Tampilkan postingan dengan label Keluarga Sakinah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Sakinah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2017

Isteri Durhaka Kepada Suami

#Keluarga Muslim : Isteri Durhaka Kepada Suami#

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Selesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga & neraka yg diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Artinya : “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah? Beliau menjawab, Disebabkan kekufuran mereka. Ada yang bertanya kepada beliau, Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, (Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.”(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah SWT. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad SAW, para keluarganya, sahabat2 nya &ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membincangkan masalah rumah tangga muslim yakni isteri durhaka kpd suami.

Membangun mahligai rumah tangga mulai dari awal pernikahan diliputi oleh manis & pahitnya kehidupan. Perahu rumah tangga yg berlayar disambut oleh riak2 gelombak yg kecil hingga badai yg besar hingga kapal hendak karam dilautan.

Suami & isteri adl 2 insan lawan jenis yg memiliki latar belakang karakter & sifat yg berbeda. Tdk dpt saling menerima antara kelebihan & kekurangan masing2 terkadang menjadi pemicu keretakan dlm rumah tangga.

Didlm Islam kedudukan suami menjadi lahan surga ataupun bisa menjadi lahan neraka bagi isteri. Hadist diatas dgn tegas menjelaskan tentang mayoritas penduduk neraka adl wanita krn mrk durhaka thp suami & mengingkari kebaikan2nya.

Realitas kehidupan di era modern hari ini tdk sedikit kaum muslimin mengadopsi nilai2 kehidupan westernisasi Kapitalisme liberal diantaranya emansipasi & persamaan gender wanita. Atas nama persamaan gender mrk menuntut memiliki hak & persamaan dgn kaum laki2 dlm seluruh aspek kehidupan termasuk dlm berumah tangga, seolah2 hal ini menjadi era bagi para wanita modern utk tampil sejajar dgn laki2.

Tak heran sering timbul konflik dlm rumah tangga disebabkan faktor menuntut hak yg berlebihan. Didlm Islam hal yg demikian itu termasuk kedurhakaan krn hal semacam ini banyak sekali kita dapati dlm kehidupan keluarga kaum muslimin.

Ada jg didapati seorang istri yg mengingkari kebaikan2 suaminya selama sekian waktu yg panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yg tdk cocok dgn kehendak sang istri. sebagaimana pepatah mengatakan, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.

Pd hal yg hrs dilakukan oleh seorang istri adl bersyukur atas kebaikan yg diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya krn Allah tdk akan melihat kpd istri semacam ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW : Allah tdk akan melihat kpd wanita yg tdk mensyukuri apa yg ada pd suaminya & tdk merasa cukup dgn nya.”(HR.Nasa’i di dalam Al Kubra).

3 bentuk kedurhakaan isteri thp suami :

1. Durhaka dgn ucapan

2. Durhaka dgn perbuatan

3. Durhaka dgn ucapan & perbuatan.

Isteri yg berkata kasar thp suaminya, mencela & mencaci makinya adl termasuk durhaka dgn ucapan. Menolak ajakan suami memenuhi nafkah bathin adl durhaka dlm perbuatan. Termasuk bentuk kedurhakaan jg apabila seorang isteri membicarakan perbuatan suami yg tdk ia sukai kpd teman2 atau keluarganya tanpa sebab yg dibenarkan oleh syara’. Atau ia menuduh suaminya dgn tuduhan2 yg bermaksud utk menjatuhkan & merusak kehormatannya shg suaminya dipandang hina di mata orang lain.

Begitu jg apabila seorang isteri meminta talak atau di khulu’/dicerai tanpa sebab syar’i. Sungguh berat amanah menjadi seorang isteri dari seorang suami. Semoga para muslimah sbg isteri mau dibimbing, dinasehati & diarahkan oleh suaminya menjadi isteri yg soleha.

Wallahu a’lam

By ; Tommy Abdillah

Selasa, 28 Februari 2017

Istri yang Taat Pada Suami, Dijamin Surga

Istri yang Taat Pada Suami, Dijamin Surga

Di antara keutamaan istri yang taat pada suami adalah akan dijamin masuk surga. Ini menunjukkan kewajiban besar istri pada suami adalah mentaati perintahnya.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi no. 1161 dan Ibnu Majah no. 1854. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya. (Lihat Nuzhatul Muttaqin karya Prof. Dr. Musthofa Al Bugho, hal. 149).

Begitu pula ada hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dengan ketaatan seorang istri, maka akan langgeng dan terus harmonis hubungan kedua pasangan. Hal ini akan sangat membantu untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Islam pun memuji istri yang taat pada suaminya. Bahkan istri yang taat suami itulah yang dianggap wanita terbaik.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Sebagian istri saat ini melupakan keutamaan taat pada suami. Sampai-sampai menganggap ia harus lebih daripada suami sehingga dialah yang mesti ditaati karena karirnya lebih tinggi dan titelnya lebih mentereng. Wallahul musta’an.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Kamis, 19 Januari 2017

Isteri Durhaka Kepada Suami

#Keluarga Muslim : Isteri Durhaka Kepada Suami#

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Selesainya dari shalat Kusyuf (Shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga & neraka yg diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Artinya : “Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah? Beliau menjawab, Disebabkan kekufuran mereka. Ada yang bertanya kepada beliau, Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, (Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.”(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

السلام عليكم ورحمة الله وبر كاته

Saudaraku seiman, Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membincangkan masalah rumah tangga muslim yakni durhaka isteri kpd suami.

Membangun mahligai rumah tangga mulai dari awal pernikahan diliputi oleh manis & pahitnya kehidupan. Perahu rumah tangga yg berlayar disambut oleh riak2 gelombak yg kecil hingga badai yg besar hingga kapal hendak karam dilautan.

Suami & isteri adl 2 insan lawan jenis yg memiliki latar belakang karakter & sifat yg berbeda. Tdk dpt saling menerima antara kelebihan & kekurangan masing2 terkadang menjadi pemicu keretakan dlm rumah tangga.

Didlm Islam kedudukan suami menjadi lahan surga ataupun bisa menjadi lahan neraka bagi isteri. Hadist diatas dgn tegas menjelaskan tentang mayoritas penduduk neraka adl wanita krn mrk durhaka thp suami & mengingkari kebaikan2nya.

Realitas kehidupan di era modern hari ini tdk sedikit kaum muslimin mengadopsi nilai2 kehidupan westernisasi Kapitalisme liberal diantaranya emansipasi & persamaan gender wanita. Atas nama persamaan gender mrk menuntut memiliki hak & persamaan dgn kaum laki2 dlm seluruh aspek kehidupan termasuk dlm berumah tangga, seolah2 hal ini menjadi era bagi para wanita modern utk tampil sejajar dgn laki2.

Tak heran sering timbul konflik dlm rumah tangga disebabkan faktor menuntut hak yg berlebihan. Didlm Islam hal yg demikian itu termasuk kedurhakaan krn hal semacam ini banyak sekali kita dapati dlm kehidupan keluarga kaum muslimin.

Ada jg didapati seorang istri yg mengingkari kebaikan2 suaminya selama sekian waktu yg panjang hanya disebabkan sikap atau perbuatan suami yg tdk cocok dgn kehendak sang istri. sebagaimana pepatah mengatakan, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.

Pd hal yg hrs dilakukan oleh seorang istri adl bersyukur atas kebaikan yg diberikan suaminya, janganlah ia mengkufurinya krn Allah tdk akan melihat kpd istri semacam ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW : Allah tdk akan melihat kpd wanita yg tdk mensyukuri apa yg ada pd suaminya & tdk merasa cukup dgn nya.”(HR.Nasa’i di dalam Al Kubra).

3 bentuk kedurhakaan isteri thp suami :

1. Durhaka dgn ucapan

2. Durhaka dgn perbuatan

3. Durhaka dgn ucapan & perbuatan.

Isteri yg berkata kasar thp suaminya, mencela & mencaci makinya adl termasuk durhaka dgn ucapan. Menolak ajakan suami memenuhi nafkah bathin adl durhaka dlm perbuatan. Termasuk bentuk kedurhakaan jg apabila seorang isteri membicarakan perbuatan suami yg tdk ia sukai kpd teman2 atau keluarganya tanpa sebab yg dibenarkan oleh syara’. Atau ia menuduh suaminya dgn tuduhan2 yg bermaksud utk menjatuhkan & merusak kehormatannya shg suaminya dipandang hina di mata orang lain.

Begitu jg apabila seorang isteri meminta atau di khulu’/dicerai tanpa sebab syar’i. Sungguh berat amanah menjadi seorang isteri dari seorang suami. Semoga para muslimah sbg isteri mau dibimbing, dinasehati & diarahkan oleh suaminya menjadi isteri yg soleha.

Wallahu a’lam

By ; Tommy Abdillah

Selasa, 17 Januari 2017

NILAI KETAATAN ISTERI KEPADA SUAMI

Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman, MA (Khadim Ma’had Syaraful Haramain)

Teruntuk istriku tercinta Bunda Niswa dan untuk pada wanita yg sdh dan akan menjdi seorang istri

Suatu ketika Rasulullah saw. melihat Fatimah r.a, puteri tercintanya itu sedang menggiling gandum sambil menangis. Rasulullah pun menghampirinya, seraya bertanya mengapa dia menggiling gandum sambil menangis. Dengan terbata-bata, Fatimah menuturkan kepada ayahandanya, bahwa pekerjaan menggiling gandum dan semua pekerjaan rumah tangga yang dilakukannya setiap hari membuat dirinya bosan. Makanyanya ia menangis.

Mendengar cerita puteri kesayangannya itu Nabi saw. pun segera mengambil penggilingan gandum tersebut sambil mengucapkan Bismillah. Ajaibnya, atas izin Allah SWT tiba-tiba penggilingan gandum itu berputar sendiri. Lalu terdengar dari penggilingan yang terbuat dari batu itu BERTASBIH sambil menggiling gandum yang dilemparkan Rasulullah saw. Tak begitu lama penggilingan itu berputar, Rasulullah saw. memintanya berhenti. Atas izin Allah SWT seketika penggilingan itu pun berhenti sendiri. Allahu akbar..

Nabi saw. pun menoleh ke arah Fatimah, puteri tercintanya itu seraya bersabda, “Jika Allah menghendaki, penggilingan itu akan berputar sendiri untuk puteri-Ku. Tapi itu terjadi karena Allah menghendaki beberapa kebaikan yang ditulis dan beberapa kesalahan yang dihapuskan dari Fatimah dan dinaikkan-Nya untuk puteri Nabi itu beberapa derajat lebih tinggi.”

Nabi saw. pun tak lupa menyelipkan nasehat kepada putrinya, Fatimah, dengan menjelaskan beberapa kebaikan (pahala) yang bakal diperoleh setiap wanita (isteri), jika dia ikhlas dengan penuh kesabaran menjalankan tugas dan tanggung jawab kehidupan rumah tangganya. Nabi mengingatkan, “Jika seorang wanita melayani suaminya sehari semalam dengan baik, tulus, ikhlas serta dengan hati yang benar, Allah akan mengampuni segala dosanya dan akan dicatat untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya dengan seribu kebaikan dan dikaruniakan seribu pahala haji dan umroh.” (Hr. Abu Daud)

Rasulullah saw. bersabda kembali, “Ketika seorang suami pulang ke rumah, kemudian isteri menyambutnya dengan senyuman, dan bersegera mengulurkan tangannya untuk mengambil tangan suaminya, maka dosa-dosa mereka berdua serta merta berguguran sebelum kedua tangan mereka dilepaskan.” (Hr. Abu Daud)

Allahu Akbar..
Subhanallah, walhamdulillah, betapa mudah jalan menuju surga bagi seorang isteri. Betapa mudah bagi seorang isteri mendapatkan ridha suaminya. Dengannya ridha Allah pun ia dapat.

Pesan Nabi kepada puterinya:

“Fatimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.”

“Fatimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.”
“Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.”

“Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.”

“Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.”

“Fathimah, bila wanita mengandung, malaikat akan memohonkan ampunan untuknya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit saat akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Mujahidin di jalan Allah. Jika dia melahirkan, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila dia meninggal saat melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Di dalam kubur akan mendapat taman indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah akan memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.”

“Fatimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.”
“Fatimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.”

“Fatimah, tidaklah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”

“Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman surga. Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.”

Begitulah, nilai ketaatan isteri kepada suaminya. Pengorbanan yang diberikannya tak akan sia-sia.

Semoga keluarga kita dihiasi dengan wanita-wanita mulia penghuni surga seperti Fatimah, yang akan dikumpulkan oleh Allah, di dunia dan akhirat. Aamiin..

Kamis, 12 Januari 2017

wanita yg sudah dikhitbah, tapi memutuskan khitbah

Asslamualaikum Wr.wb
Ustadz bagaimana adabnya bagi wanita yg sudah dikhitbah, tapi memutuskan khitbah karena ada ikhwan yg lebih baik lagi agamanya datang meminang (mengkhitbah)?

Dari Akhwat – Medan

Wa ‘alaikumsalam Wr.wb.

Ukhti yg dirahmati Allah SWT. Khitbah adl melamar seorang wanita utk dinikahi oleh seorang pria. Khitbah merupakan salah satu tuntunan Sunnah Rasulullah SAW sebelum aqad nikah terjadi. Hal ini dimaksudkan utk melihat & memastikan seorang wanita yg hendak dinikahi.
Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ مِنْهَا إِلَى مَا يَدْعُوْهُ إِلَى نِكَاحِهَا، فَلْيَفْعَلْ

Artinya : “Apabila seseorang di antara kalian ingin meminang seorang wanita, jika ia bisa melihat apa2 yg dapat mendorongnya utk menikahinya maka lakukanlah.(HR.Ahmad).

Seorang wanita muslimah yg tlh dikhitbah oleh seorang pria mukmin dilarang utk dikhitbah oleh pria mukmin yg lainnya sebelum adanya keputusan pembatalan dari pria mukmin yg sdh melamar nya. Rasulullah SAW bersabda,

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

Artinya : Nabi SAW melarang seseorang membeli barang yg sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yg tlh dipinang sampai orang yg meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.”(HR.Bukhari-Muslim).

Khitbah bukanlah aqad pernikahan shg bisa memungkinkan utk dibatalkan baik dari pihak pria yg melamar atau dari pihak wanita yg dilamar. Bila seorang muslimah hendak membatalkan khitbah seorang mukmin pria krn disebabkan adanya pria mukmin yg lain yg lbh baik dari sisi agamanya maka hukumnya adl boleh. Kebolehan ini menjadi bagian hak pilihan seorang wanita utk menentukan calon suaminya.

Memang sebagian ulama menghukuminya dgn makruh krn adanya pembatalan janji utk menikah dgn seorang pria mukmin.

Wallahu a’lam

Minggu, 08 Januari 2017

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah

Hasan al-Bashri berkata:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”Ia menjawab : “Iya benar”Aku bertanya lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”Masya Allah…Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup.Biasanya Wanita (Istri) sering TERJEBAK pd KEINGINANnya tuk terlihat Cantik dgn Pakaian yg Serba Mahal.Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu.

Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan,keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa,kemakshiatan.CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL&BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.

[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan ].

Selasa, 12 April 2016

Fiqh wanita : Thalaq Perkara Yang  Dibenci Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ ۖ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِن بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَن يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا} [الطلاق : 1] Artinya :
Wahai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yg wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka & janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah & barangsiapa yg melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yg baru.(QS.Ath-thalaq:1).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kpd para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas fiqh wanita yaitu tentang Thalaq perkara yg dibenci oleh Allah SWT.

Didlm Islam pernikahan adl bagian dari ibadah & termasuk salah satu sunnah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda,

أَنْتُمُ الَّذِيْنَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا وَاللهِ إِنِّي َلأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، وَلَكِنِّي أَصُوْمُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّى وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.

Artinya : “Benarkah kalian telah berkata begini & begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yg paling takut kpd Allah & paling taqwa kpd-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa & aku berbuka, aku shalat & aku pun tidur, Dan aku jg menikahi wanita. Maka, barang siapa yg tdk menyukai Sunnahku, ia tdk termasuk golonganku.”(HR.Bukhari no.5.063).

Didlm menjalani kehidupan rumah tangga senantiasa dihadapkan oleh berbagai macam riak2 gelombang yg kecil maupun yg besar bahkan terjadi badai shg mengancam bahtera rumah tangga. Bila sang Nakhoda rumah tangga tdk arif & bijaksana didlm mengendalikannya maka bahtera rumah tangga alamat akan tenggelam.

Seiring dgn waktu angka perceraian semakin meningkat tajam. Menurut data rekapitulasi Dirjen Badan Peradilan Agama (BPA) MA RI H.Wahyu Widiana tercatat dari 33 pengadilan agama se- Indonesia sejak tahun 2005 angka perceraian naik drastis hingga 70 % pertahun. Pd tahun 2011 tercatat 320.000 perkara.
Angka perceraian pasangan suami-istri di kota Batam terbilang tinggi. Tiap tahun, rata2 Kantor Pengadilan Agama Batam memutus cerai 1.700 pasangan. Sepanjang tahun 2014, dari 1.768 kasus yg ditangani Pengadilan Agama, sebanyak 1.243 di antaranya merupakan gugatan pihak istri.
(Ref : Batam Pos, 26/01/2015).

Thalaq diambil dari perkataan  al- itlaq  yg berarti  al-irsal & at-tarku yg berarti melepaskan atau meninggalkan.
(Ref : Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqh Al-Sunnah, jilid.2, Bairut: Dar Al-Kitab Al-Arabi, 1973/1392, hal. 241).

Thalaq atau cerai secara istilah adl lepasnya ikatan pernikahan yg sah dgn menyebutkan lafaz thalaq & semakna dengannya. Penyebab perceraian bermacam2 mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan, kurangnya komunikasi, intervensi keluarga, ketiadaan keturunan maupun masalah biologis. Didlm Islam ikatan pernikahan adl ikatan yg kuat (mitsaqan ghalizah) yg tdk hanya berdimensikan nilai2 sosial semata tp jg berdimensikan spritual. Setiap pasangan suami & isteri yg tlh melakukan aqad pernikahan tdk ada yg mengharapkan & menginginkan suatu saat kelak akan terjadinya perceraian. Namun tdk sedikit pernikahan yg gagal menghantarkan menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah & berakhir diujung perceraian.

Perceraian adl perkara yg boleh tp sangat dibenci oleh Allah SWT. Sebuah riwayat dari Abdullah bin Umar r.a ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,

أَبْغَضُ الْحَلاَلِ عِنْدَ اللهِ الطَّلاَقُ.

Artinya : Perkara halal yg paling dibenci oleh Allah adl thalaq.(HR.Ibnu Majah, hadist ini dhaif krn terdapat perawi Ahmad bin yunus).

Perceraian diperbolehkan jika utk menghindari bahaya yg mengancam salah satu pihak antara suami & isteri. Rukun thalaq ada 3 yaitu : Suami yg menthalaq, Isteri sbg obyek yg akan dithalaq & lafaz yg menunjukan adanya thalaq baik diucapkan secara jelas maupun sindiran. Para ulama membagi hukum thalaq menjadi  5 :

1. Wajib bila perselisihan antara suami isteri tdk dapat didamaikan lagi.

2. Haram bila suami menceraikan dlm keadaan haid & nifas atau langsung menthalaq 3 sekaligus.

3. Sunnah: Bila suami tdk lagi mampu menafkahi.

4. Makruh: Menthalaq isteri yg soleha.

5. Mubah: Bila suami yg lemah syahwat atau isteri.

(Ref : Syaikh Kamil Muhammad, Kitab Fiqh Wanita hal 456, Pustaka Al-kautsar).

Thalaq dilihat dari boleh tidaknya rujuk dibagi menjadi dua, yaitu: thalaq raj’i & thalaq ba-‘in. Thalaq ba-‘in terbagi lagi menjadi dua, yaitu: thalaq ba’in shughra & thalaq ba‘in kubra.

a. Thalaq raj’i adl seorang suami yg menthalaq istrinya yg sdh dicampuri tanpa menerima pengembalian mahar dari pihak istri & belum didahului dgn thalaq sama sekali atau baru didahulu dgn thalaq satu kali.

b. Thalaq ba‘in adl thalaq yg terjadi setelah masa ‘iddah istri krn thalaq raj’i tlh selesai & hal ini menjadikan suami tdk dpt merujuk istrinya lagi.

Mengembalikan keutuhan rumah tangga yg harmonis memang tdk mudah, butuh kesabaran & komitmen yg kuat diantara pasangan suami isteri. Secara jujur perlu diakui bhw pd saat seseorang menikah maka tdk ada yg ingin adanya perceraian dlm rumah tangganya tp itulah realitas kehidupan semuanya tdk seindah yg dibayangkan.

Bila memang tdk dpt dipersatukan kembali ikatan pernikahannya & bila terus dipertahankan akan menimbulkan mudharat yg lbh besar maka thalaq adl solusi yg terbaik.

Ya Allah..jagalah keutuhan rumah tangga kaum muslimin dari kehancuran & jadikan rumah tangga kaum muslimin keluarga yg sakinah mawaddah wa rahmah. Amin ya Allah..

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Mari raih amal soleh dgn share tulisan da’wah ini. Barakallahu fiikum

Kamis, 24 Maret 2016

Laki-laki Adalah Pemimpin Bagi Wanita

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Artinya : “Laki-laki itu adalah pemimpin atas perempuan dengan sebab apa ayng telah Allah lebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dan dengan sebab apa-apa yang mereka infaqkan dari harta-harta mereka. Maka wanita-wanita yang shalihah adalah yang qanitah (ahli ibadah), yang menjaga (kehormatannya) taatkala suami tidak ada dengan sebab Allah telah menjaganya. Adapun wanita-wanita yang kalian khawatirkan akan ketidaktaatannya maka nasihatilah mereka, dan tinggalkanlah di tempat-tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Akan tetapi jika mereka sudah mentaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan (untuk menyakiti) mereka, sesungguhnya Allah itu Maha tinggi lagi Maha besar.”(QS.An-nisaa’:34)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, para keluarganya, sahabat2 nya& ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Tausiyah group WA & BBM pagi ini msh akan membahas tentang keluarga Islam yaitu laki2 adl pemimpin bagi wanita.

Keluarga adl tatanan organisasi terkecil ditengah2 masyarakat. Didlm Islam kepemimpinan keluarga ada pd suami, suami menjadi pengendali nakhoda rumah tangga. Baik & buruknya kondisi rumah tangga tergantung kpd kepemimpinan suami.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ibn umar r.a berkata : saya tlh mendengar Rasulullah SAW bersabda, setiap orang adl pemimpin & akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yg dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yg dipimpinnya. Seorang isteri yg memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab & tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya jg akan ditanya dari hal yg dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin & akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yg dipimpinnya.(HR.Bukhari-Muslim).

Suami memiliki tanggung jawab dlm pemenuhan kebutuhan nafkah keluarga, menyediakan tempat tinggal, pelindung keluarga, pendidik & pembimbing anak2 beserta isterinya. Allah ta’ala berfirman,

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ

Artinya : Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.(QS.Al-baqarah:233).

Al-imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan Surat An-nisaa’ ayat 34 diatas, makna pemimpin bagi kaum perempuan adl penegak urusan mrk dgn mewajibkan bagi mrk utk menunaikan hak2 Allah dgn melaksanakan kewajiban2 yg Allah tetapkan & melarang mereka dari perbuatan2 yg merusak atau maksiat, serta mendidik mereka utk meluruskan kebengkokan mereka.
(Ref : Kitab Tafsir Ibnu Katsir, 1/653).

Bila ada seorang suami yg melalaikan tanggung jawab nya sbg pemimpin keluarga sungguh ia termasuk orang yg dzalim & orang yg dzalim akan mendapatkan azab yg berat dari Allah ta’ala.

Tdk ada kepemimpinan tanpa ada ketaatan. Isteri wajib mentaati suami selama tdk utk bermaksiat kpd Allah SWT. Ketaatan seorang isteri thp suami adl bersifat mutlak dlm rangka mentaati Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمُرُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ َأنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

Artinya : Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang utk sujud kpd orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri utk sujud kpd suaminya.(HR.Tirmidzi).

Isu gender & emansipasi wanita yg diusung oleh orang2 Liberal lambat laun menggerus keutuhan & keharmonisan rumah tangga kaum muslimin. Ide emansipasi wanita berpandangan bhw seorang wanita memiliki kedudukan yg sama dgn laki2 termasuk dlm urusan keluarga shg seorang isteri sulit utk mentaati suaminya. Hilangnya ketaatan isteri thp suami adl pangkal dari hilangnya kepemimpinan suami didlm rumah tangga.

Realitas kehidupan rumah tangga kaum muslimin hari ini tdk sedikit suami yg dikendalikan oleh isteri krn ia memiliki status sosial yg lbh tinggi. Ada suami yg membimbing isterinya dgn tuntunan yg benar utk menjaga shalatnya, menutup auratnya ketika keluar rumah, menjaga kehormatannya, menjaga silaturahim kpd mertua & keluarga suaminya tp sering membantah serta membangkang thp nasehat2 suaminya. Bila hal ini terjadi suami dpt bersabar & terus berusaha membimbingnya agar isterinya dpt menjadi isteri soleha.

Perbuatan tdk mau bersyukur & tdk mau taat kpd suami merupakan salah satu sebab para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah SAW ketika selesainya beliau dari Shalat Khusyuf :

أُرِيْتُ النَّارُ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ. قِيْلَ: أَ يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ, لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

Artinya : Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adl para wanita yg kufur. Ada yg bertanya kpd beliau : Apakah para wanita itu kufur kepada Allah? Beliau menjawab: (Tdk, melainkan) mereka kufur kpd suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kpd salah seorang dari mereka satu masa, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yg tdk berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata: Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.”(HR.Bukhari No.29 & Muslim No.907).

Secara alamiah tdk ada seorangpun yg menginginkan gagal dlm membina rumah tangganya tp terkadang kehidupan ini dihiasi dgn jalan terjal lg licin. Kegagalan berumah tangga tdk hanya dialami oleh manusia biasa tp jg dialami oleh para Nabi Allah yg mulia. Sebagaimana Al-Quran menjelaskan kisah isteri Nabi Luth ‘Alaihissalam & kisah Nabi Nuh ‘Alaihissalam, dimana Isteri & anak2 nya tdk mau beriman kpd Allah ta’ala & Nabi-nabi-Nya.

Seorang suami sbg pemimpin keluarga wajib membekali dirinya dgn ilmu agama Islam yg cukup sbg bekal kepemimpinannya. Belum terlambat bagi kita utk terus memperbaiki diri, membimbing anak2 & isteri menuju kehidupan yg lbh baik yg didasari oleh nilai2 iman & Islam shg nyata eksistensi kepemimpinan suami didlm rumah tangganya. Semoga Allah subhana wa ta’ala menjaga keutuhan & keharmonisan keluarga kaum muslimin. Aamiin ya rabb..

Wallahu a’lam

By ; Tommy Abdillah

Mari raih amal soleh dengan share tulisan da’wah ini. Barakallahu fiikum

Kamis, 10 Maret 2016

Keluarga Sakinah Mawadah Wa Rahmah

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

{وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} [الروم : 21

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri (pasangan) dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram/sakinah kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih (mawadah) dan sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.(QS.Arrum:21)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, para keluarganya, sahabat2 nya dan ummatnya yang istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA dan BBM pagi ini akan membahas tentang keluarga sakinah mawadah wa rahmah (Samara).

Syari’at Islam tlh menetapkan bhw pernikahan adalah bagian dari ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui pernikahan Allah SWT menghalalkan apa yang tlh diharamakaan yakni hubungan intim antar lawan jenis. Pernikahan memiliki tujuan yang mulia yaitu untuk menjaga kemaluan dari perkara kemaksiatan, menundukkan pandangan, meneruskan keturunan, mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Rasulullah SAW bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya : “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah karena nikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.”(HR.Bukhari dan Muslim).

Setiap orang yang menikah menginginkan terwujudnya keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Yang dimaksud dengan Sakinah adalah keluarga yang seluruh anggota keluarga merasakan ketenangan, kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan hidup. Mawaddah adalah perasaan cinta yang muncul karena dorongan nafsu kepada pasangan lawan jenisnya atau muncul karena adanya sebab2 yang bersifat fisik. Sedangkan rahmah adalah merupakan jenis cinta dan kasih sayang yang lembut terpancar dari kedalaman hati yang tulus dan ikhlas.

Imam Jalaluddin As-suyuthi rahimahullahu (W 1505 M) didlm kitab tafsirnya menjelaskan rahmah adalah kasih sayang dan kelembutan, timbul terutama karena ada ikatan. Seperti cinta antar orang yang bertalian darah, cinta orang tua thp anaknya atau sebaliknya. ( Ref : Kitab Tafsir Dur Mantsur 11/595).

Keluarga Rasulullah SAW adalah keluarga yang paling ideal shg dpt dijadikan sbg suri tauladan bagi kaum muslimin. Meskipun Rasulullah SAW diberi oleh Allah SWT kekhususan menikahi lebih dari 4 orang wanita tp kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW seluruhnya harmonis.

Menggapai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah memang tidaklah mudah semudah membalikan telapak tangan. Mewujudkan keluarga sakinah mawadah wa rahmah dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar dari pasangan suami dan isteri. Apalagi dlm proses membangun rumah tangga mendapati banyak rintangan, tantangan dan cobaannya.

Tdk sedikit bangunan rumah tangga kaum muslimin yang roboh yang baru berdiri bbrp tahun. Tdk sedikit kondisi rumah tangga kaum muslimin serasa hampa tanpa balutan kasih sayang, cinta dan kelembutan. Tdk sedikit pula keluarga kaum muslimin sering terjadi keributan yang tak bertepi, permusuhan yang berkepanjangan dan kebencian yang mendalam.

Allah SWT selaku Al-khaliq dan Al-mudabbir tlh memberikan guidance hidup secara jelas bagi kehidupan manusia, termasuk dlm hal berumah tangga. Begitu banyak ayat2 Al-Qur’an dan hadist2 Rasulullah SAW yang dpt dijadikan pegangan bagi seorang suami sbg pemimpin rumah tangga. Ditangan suamilah kendali kepemimpinan rumah tangganya . Suami yang akan memberikan bimbingan, arahan, nasehat dan keteladanan bagi isteri dan anak2 nya.

Ada beberapa perkara yang dpt kita jadikan sbg pijakan untuk meraih keluarga sakinah mawadah wa rahmah :

  1. Berkomitmen kepada nilai2 ruhiyah pernikahan yang berasaskan aqidah Islam.
  1. Menunaikan kewajiban masing2 pasangan suami dan isteri.
  1. Meraih dan mewujudkan hak masing2 pasangan suami isteri.
  1. Saling menerima kekurangan maupun kelebihan masing2 pasangan suami isteri.
  1. Saling menghargai dan menghormati pasangan suami dan isteri.
  1. Saling membantu dan meringankan beban tanggung jawab pasangan suami dan isteri.

Ya Allah ya rabb.. Anugerahkanlah kepada kami isteri yang soleha/suami yang soleh yang dpt membimbing kami untuk mentaati-Mu. Jadikanlah keluarga kami keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Amin ya Allah..

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Mari raih amal soleh untuk share tulisan da’wah ini. Barakallahu fiikum

 

Kamis, 03 Maret 2016

Keluarga Muslim : Ancaman Bagi Suami Dayyuts

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Hadist Hari Ini :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda,

ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللهُُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمُ
الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ، وَالْعَاقُّ، وَالدَّيُّوْثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Artinya : “Tiga golongan manusia yang Allah Tabaraka wa Ta’ala mengharamkan surga bagi mereka, yaitu pecandu khamr, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kefasikan dan kefajiran dalam keluarganya .”(HR.Ahmad).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang keluarga muslim yaitu ancaman bagi suami dayyuts.

Islam memberikan perhatian yg cukup besar thp pendidikan keluarga, hal ini merupakan bagian dari kesempurnaan & kemuliaan ajaran Islam. Kebaikan & kerukunan rumah tangga kaum muslimin mencerminkan kesolehan kepemimpinan suatu tatanan keluarga shg visi & misi mewujudkan rumah tangga yg sakinah (tenteram), mawadah (rasa kasih sayang) & rahma (rasa cinta) tercapai menjadi sebuah kenyataan.

Kedudukan seorang suami di dlm rumah tangganya adl menjadi pemimpin yg memiliki kewajiban utk memberi nafkah lahir & bathin. Suami jg memiliki tanggung jawab utk menjadi pelindung, pengayom, pembimbing serta teladan bagi isteri & anak2 nya. Kewajiban suami bukan hanya sebatas memberi nafkah lahir & bathin lalu ia mengabaikan kebaikan agama ditengah2 keluarganya. Bila hal ini terjadi maka ia termasuk seorang suami “Dayyuts”.

Al-imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu (tahun 773-852 H) menjelaskan bhw makna Ad-dayyuts adl seorang suami atau bapak yg membiarkan terjadinya perbuatan buruk didalam keluarganya (Kitab Fathul Baari, jilid 10 hal 406).

Didlm Kamus Al-mu’jam Al-Wasith disebutkan bhw Dayyuts adl para lelaki yg menjadi pemimpin untuk keluarganya & ia tdk punya rasa cemburu & tidak punya rasa malu. Yg dimaksud dgn tdk punya rasa cemburu dari suami adl membiarkan keluarganya bermaksiat tanpa mau mengingatkan. Bila terdapat seorang suami atau seorang ayah yg membiarkan keluarganya tdk mau mendirikan shalat fardhu 5 waktu, membiarkan membuka auratnya ketika keluar rumah, membiarkan anak2 nya yg sdh baligh & berakal bergaul bebas serta membiarkan kemaksiatan lainnya yg ia mengetahuinya tanpa mau mencegah maupun menasehatinya maka termasuk ia seorang suami dayyuts.

Al-imam Adzahabi rahimahullahu didlm kitab Al-kaba’ir mendudukan suami addayuts termasuk dosa besar ke- 34. Sedangkan dosa2 besar itu akan membinasakan pelakunya dgn ancaman azab diharamkan baginya surga. Kedudukan & peran seorang suami didlm rumah tangganya cukup berat diantaranya :

1. Menjadi pemimpin yg bertanggung jawab thp kepemimpinannya. Sebuah hadist shahih riwayat Imam Bukhari :

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

Artinya : Bhw Abdullah bin Umar r.a berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin & setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yg dipimpinnya. Imam (kepala negara) adl pemimpin yg akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang suami adl pemimpin & akan dimintai pertanggung jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adl pemimpin di dalam urusan rumah tangga suaminya & akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga tsb.(HR.Bukhari).

2. Suami sbg penyelamat keluarganya dari siksa api neraka. Allah SWT berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ} [التحريم : 6]

Artinya : “Hai orang-orang yg beriman peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yg kasar, yg keras, yg tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yg diperintahkanNya kpd mereka & selalu mengerjakan apa yg diperintahkan.”(QS.At-Tahrim:6).

3. Suami hrs mawas diri bhw isteri & anak2 nya dpt menjadi musuhnya. Allah SWT berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} [المنافقون : 9]

Artinya : “Wahai orang2 yg beriman janganlah harta2 & anak2 mu melalaikan kamu daripada memperingati Allah. Barangsiapa berbuat demikian
maka mereka itulah orang2 yg rugi.”(QS.Al-munafiqun:9).

Al-imam Ibnu Katsir rahimahullah (1301-1372 M) menafsirkan ayat ini makna “menjadi musuh bagimu” adl melalaikan kamu dari melakukan amal shaleh & bisa menjerumuskanmu ke dlm perbuatan maksiat kpd Allah Ta’ala. (Kitab Tafsir Ibnu Katsir, jilid 4 hal 482).

Belum terlambat bagi kita utk terus berusaha memperbaiki diri dgn mengkaji & memahami ajaran Islam termasuk dlm hal rumah tangga lalu memgamalkannya. Kemudian berusaha kembali membimbing keluarga utk menyelamatkan diri kita & mrk dari azab api neraka. Semoga Allah SWT menjauhkan dari kita sifat suami Dayuts.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah