Tampilkan postingan dengan label Tausiyah Senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah Senja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

Banyak Rahasia Hidup Tak Terungkap Manusia

Tausiyah Senja

#Banyak Rahasia Hidup Tak Terungkap Manusia#

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Banyak rahasia kehidupan (life secret) ini yg tdk dpt diungkap oleh akal manusia yg terbatas. Apa yg tlh terjadi, masalah yg sedang dialami & kondisi masa depan yg tak pernah pasti adl bagian dari proses kehidupan yg hrs dilalui oleh manusia. Ada sesuatu yg dipersiapkan secara matang & direncanakan dgn rapi tp tdk dpt terwujud menjadi sebuah kenyataan. Sebaliknya ada pula sesuatu hal yg tdk pernah ia rencanakan sebelumnya & tdk terbetik dlm jalan fikiranya tetapi saat ini terjadi & sedang ia alami.

Tak heran ada ungkapan menyatakan, manusia boleh berencana tp Allah SWT yg menentukan. Hal ini bukan berarti manusia tdk perlu berencana tp bertawakkal sembari berencana utk kehidupan yg lbh baik. Kehidupan manusia berada dlm genggaman kekuasaan Allah SWT. Seluruh perkara yg terjadi dialam semesta ini tlh diketahui oleh Allah SWT dlm kitab Lauh Al-mahfudz 50.000 thn sebelum diciptakan. Menyandarkan setiap kata & perbuatan kpd standart ridha Allah SWT berupa halal & haram adl kewajiban setiap hamba yg kelak akan dipertanggung jawabkan dihari kiamat kelak. Sedangkan ketetapan hasil merupakan hak & otoritas dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia-lah yang menurunkan hujan, Dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS.Luqman:34).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 14 Maret 2017

Tidak Takut Masa Depan

Tausiyah Senja

#Tidak Takut Masa Depan#

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Diantara manusia ada yg sangat mengkhawatirkan keadaan masa depannya. Kekhawatiran itu hingga membayang-bayangi kehidupannya krn ia takut keadaannya jauh lbh buruk dari kondisi kehidupannya saat ini.

Takut itu pd dasarnya adl alamiah yg muncul dari kelemahan manusia sbg makhluk. Masa depan adl bagian dari perkara ghaib yg tdk seorang makhluk pun mengetahuinya kecuali Allah ta’ala.

Rasa takut tdk hrs dibawa ke alam bawah sadar krn dpt berimplikasi buruk thp perilaku bahkan keimanan seorang hamba. Hadapi rasa takut dgn sikap optimis bhw kondisi hari esok jauh lbh baik dari hari ini.

Gantungkan harapan hidup hanya kpd Allah ta’ala semata bukan kpd kemampun diri yg lemah apalagi kpd orang lain seperti jabatan ataupun pimpinan.

Persiapkan masa depan dgn ilmu yg cukup & iman yg kuat maka kelak akan siap menghadapi situasi & kondisi yg lbh baik bahkan siap utk menghadapi kondisi terburuk sekalipun. Masa depan yg pasti adl kematian sbg pintu gerbang kehidupan akhirat yg kekal & abadi. Justru perkara inilah yg paling kita takutkan menghadapinya bila tanpa bekal yg cukup.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Katakanlah : tidak ada seorangpun di langit & di bumi yg mengetahui perkara yg ghaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml:65).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Senin, 13 Maret 2017

Belajar Menjadi Orang Sabar

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kalimat sabar itu nyaring didengar telinga & mudah utk diucapkan lisan. Sifat sabar memang tdk mudah utk dimiliki & diamalkan kecuali bagi orang2 yg berhasil melatih dirinya utk bersabar.

Amru bin Usman Al-makkiy mengatakan sabar adl keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dgn lapang & tenang. Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yg bertaqwa kpd Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bhw kesabaran merupakan setengah dari keimanan.

Sabar dpt diibaratkan seperti sebuah pisau yg tdk akan tumpul, tunggangan pedati yg tdk akan terjatuh & sinar yg tdk akan sirna bahkan ia menjadi teman sejati yg sangat setia. Sabar mencakup 3 hal : sabar dalam menerima musibah, sabar dalam menjalani ketaatan & sabar dalam menjauhi kemaksiatan.

Diantara upaya untuk memiliki sifat sabar : mengikhlaskan niat setiap amal ibadah semata2 krn ridha Allah SWT, memperbanyak ibadah shalat sunat nafilah, memperbanyak istighfar, memperbanyak puasa sunat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan memperbanyak berdo’a kepada Allah SWT utk meminta dijadikan sbg seorang hamba yg penyabar.

Semoga Allah SWT menjadikan kita sbg orang2 yg sabar. Aamiin ya rabb..

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yg beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar & shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yg sabar.”(QS.Al-Baqarah:153).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Senin, 27 Februari 2017

Bersabar Mentaati Allah SWT

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Upaya utk tetap berada diatas ketaatan kpd Allah SWT dibutuhkan kesabaran yg extra. Tak heran para ulama membagi kesabaran diantaranya adl sabar dlm mentaati Allah SWT. Jangankan utk bisa menambah ketaatan dgn melakukan amalan2 sunat nafilah menunaikan amalan2 yg wajib terkadang pun msh serasa berat.

Sbg cth Utk menunaikan ibadah shalat fardhu berjama’ah di Mesjid atau menunaikan amanah dakwah datang tantangan menggoda seperti cuaca yg panas terik, cuaca hujan yg dingin atau hujan disubuh hari, badan yang letih seharian bekerja, mengantuk ataupun sibuk dgn urusan bisnis.

Rasanya penting bagi kita untuk sering muhasabah diri sejauh mana kedekatan diri kita kepada Allah SWT. Salah satu caranya adl dgn membaca biografi orang2 yg shaleh seperti para sahabat Rasulullah SAW yg mrk adl para ahli ibadah.

Diantaranya adl Utsman bin affan r.a ia selalu mengkhatamkan membaca Al-quran selama 3 hari, beliau pernah berkata : seandainya hati kita suci, niscaya kita tidak akan pernah bosan membaca Al-Qur’an. Sungguh, aku tdk suka apabila datang padaku suatu hari yg di situ aku tdk melihat mushaf Al-Qur’an.

Generasi tabi’in Sufyan ats-Tsauri berkata, Selama lima bulan aku merugi tdk melakukan shalat tahajjud krn dosa yg aku perbuat. Ia ditanya, Apakah dosa yg engkau lakukan? Ia menjawab: Aku melihat seseorang menangis, lalu aku berkata dalam diriku, Orang ini riya. Disadari atau tidak melakukan perbuatan dosa di siang hari atau dimalam hari dpt membuat hati keras & akan menghalangi seseorang dari curahan rahmat Allah SWT utk mendekatkan diri kpd-Nya.

Allah SWT berfirman, “Katakanlah : Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(QS.Al-Kahfi :103-104).”

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Rabu, 22 Februari 2017

Sibuk Merawat Badan, Lupa Merawat Hati

Tausiyah Senja

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, terkadang perhatian manusia thp fisik badannya melampaui dari perhatiannya thp hatinya. Kesehatan tubuhnya dijaga dgn pola makan yg sehat lg bergizi, istirahat yg cukup & ditambah dgn berolah raga secara teratur.

Penampilan tubuh pun dirawat bagi wanita ada luluran, ada make up & ada jg senam wajah. Belum lagi penampilan pakaiannya yg serba trendi mengikuti gaya fashion teranyar.

Manusia seolah-olah lupa bhw fisik badannya tdk cukup hanya dijaga & dirawat secara dzahir tp jg bathin hatinya perlu dirawat, dipelihara & dijaga.

Pakaian yg kotor itu akan hilang keindahannya. Aurat yang terbuka itu akan hilang kemuliaannya. Badan yg sakit itu akan hilang kesempatan kebaikan baginya. Badan yg mati itu akan hilang kehidupannya.

Hati itu dpt kotor sebagaimana pakaian. Hati dpt telanjang sebagaimana badan. Hati jg dpt sakit sebagaimana badan. Hatipun dpt mati sebagaimana jiwa.

Mari jgn kita abaikan merawat hati agar tdk keras membatu yg sulit menerima nasehat & kebenaran atau mati dari cahaya iman krn banyaknya dosa & kemaksiatan.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hati ini dpt berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air. Beliau ditanya, wahai Rasulullah bagaimana membersihkannya? Rasulullah SAW bersabda, memperbanyak mengingat kematian & membaca Al-Qur’an.”(HR.Baihaqi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Sabtu, 11 Februari 2017

Adab Berbicara

Tausiyah Senja

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman,  Dlm interaksi sosial selalu ada komunikasi 2 arah. Sedangkan setiap komunikasi itu terdiri dari : orang yg berbicara, orang yg mendengarkan (lawan bicara) & adanya topik pembicaraan.

Bila ada salah persepsi dari suatu komunikasi maka dpt dimungkinkan yg berbicara adl salah, si pendengar yg salah memahami pembicaraan (misunderstanding) & yg dibicarakan tdk benar atau tdk jelas.

Islam mengajarkan tentang adab berbicara yaitu : kpd siapa ia sedang berbicara anak thp orang tua, isteri thp suami, orang tua thp anak ataukah dgn teman sebaya.

Berbicaralah dgn ucapan yg jelas tdk dgn ucapan yg cepat, jgn cepat memotong pembicaraan dgn cara mendengarkan lawan bicara terlebih dahulu, lemah lembut tanpa hrs dgn nada tinggi & topik yg dibicarakan adl perkara yg tdk mengandung fitnah, ghibah, adu domba serta sipendengar hrs memahami apa yg dibicarakan oleh lawan bicara.

Islam itu indah & mulia sebab tdk ada perkara yg tdk diatur didlm Islam termasuk adab berbicara. Bila kita bicara dgn tutur kata yg baik maka orang lainpun akan bicara dgn kita secara baik pula.

Dari Anas bin malik radhiyallahu ‘anhu bhw Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berbicara maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya 3 kali shg semua yg mendengarkannya menjadi faham & apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah seseorang maka beliau pun mengucapkan salam 3 kali.”(HR.Bukhari).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jumat, 10 Februari 2017

Banyak Rahasia Hidup Tak Terungkap Manusia

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Banyak rahasia kehidupan ini yg tdk dpt diungkap oleh akal manusia yg terbatas. Apa yg tlh terjadi, masalah yg sedang dialami & kondisi masa depan yg tak pernah pasti adl bagian dari proses kehidupan yg hrs dilalui oleh manusia.

Ada sesuatu yg dipersiapkan secara matang & direncanakan dgn rapi tp tdk dpt terwujud menjadi sebuah kenyataan. Sebaliknya ada pula sesuatu hal yg tdk pernah ia rencanakan sebelumnya & tdk terbetik dlm jalan fikiranmya tp saat ini terjadi & sedang ia alami.

Tak heran ada ungkapan menyatakan, manusia boleh berencana tp Allah SWT yg menentukan. Hal ini bukan berarti manusia tdk perlu berencana tp bertawakkal sembari berencana utk kehidupan yg lbh baik.

Kehidupan manusia berada dlm genggaman kekuasaan Allah SWT. Seluruh perkara yg terjadi dialam semesta ini tlh diketahui oleh Allah SWT dlm kitab Lauh Al-mahfudz 50.000 tahun sebelum diciptakan.

Menyandarkan setiap kata & perbuatan kpd standart ridho Allah SWT berupa halal & haram adl kewajiban setiap hamba, sedangkan ketetapan hasil merupakan hak & otoritas Allah SWT.

Allah SWT berfirman,  Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat & Dia-lah yg menurunkan hujan, Dan mengetahui apa yg ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yg dapat mengetahui (dengan pasti) apa yg akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yg dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS.Luqman:34).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 31 Januari 2017

Menjauhi Sifat Sombong

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kesombongan adl dosa yg pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah subhana wa ta’ala yaitu iblis. Kesombongan pula yg menjadi penyebab terusirnya iblis dari surga. Kesombongan adl sikap merasa bhw dirinya berada diatas orang lain & menolak kebenaran.

Kesombongan dpt menjangkiti siapa saja mulai dari orang yg awam, orang yg berilmu, orang yg kaya raya, pejabat atau politikus, para aktivis dakwah hingga seorang ahli ibadah.

Orang yg awam dpt meremehkan orang lain, orang yg berilmu dpt merendahkan orang yg bodoh, orang yg kaya menghinakan orang yg miskin, pejabat menolak menerapkan syari’at Allah, para aktivis dakwah dpt diuji dgn perasaan dirinya sendiri bhw ia adl orang yg paling banyak berkorban dijalan Allah serta seorang ahli ibadah dpt dibuat kagum dgn amal ibadahnya sendiri.

Orang yg sombong tlh lupa eksistensi dirinya sbg makhluk Allah ta’ala. Orang yg sombong jg tlh kehilangan orientasi dlm beramal ibadah kpd Allah ta’ala. Kesombongan dpt diredam dgn tafakkur diri bhw manusia adl makhluk Allah yg lemah, memiliki sifat tawadhu’ & kesombongan dpt dikikis habis dari dlm jiwa dgn menanamkan niat yg ikhlas dlm setiap perkara kehidupan.

Semoga Allah Subhana wa ta’ala menjaga hati kaum muslimin dari sifat sombong, ujub & takabbur.

Allah Subhana wa ta’ala berfirman, “Apakah yg menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis : Saya lebih baik dari padanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.(QS.Al-A’raf:12).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Kamis, 26 Januari 2017

Karakter Lemah Lembut

Karakter Lemah Lembut

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Setiap orang memiliki karakter & sikap yg berbeda-beda. Ada yg berperangai keras lagi kasar & ada jg yg berprilaku lemah lembut. Meskipun tegas itu bukan berarti kasar ataupun lemah lembut itu bukan berarti pula lemah tak berdaya.

Tdk dikatakan keras bila bicara tentang kebenaran agama Allah & tdk pula dikatakan lembut thp dosa & kemaksiatan. Karakter manusia dpt terbentuk krn faktor lingkungan & pendidikannya.

Lingkungan adl tempat asal muasal ia tumbuh & berkembang, disanalah ia belajar berbicara, belajar bersikap, disana pula ia belajar bertindak.

Pola pendidikan agama yg baik & lingkungan yg kondusif akan dpt menghantarkan sikap perilaku seseorang berkarakter lemah lembut thp sesama mukmin & berani tegas membela serta menegakkan kebenaran agama Allah ta’ala.

Kelembutan jiwa dpt diraih dgn melembutkan hati & perasaan. Hati dpt berubah dari kasar nan keras menjadi lembut dgn therapi diri dari penyakit hati.

Sementara penyakit hati dpt disembuhkan dgn taubat nasuha, memperbanyak istighfar & memperbanyak beribadah kpd Allah ta’ala.

Allah SWT berfirman, “Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu.”(QS.Al-Imran :159).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jumat, 20 Januari 2017

Lisan Kotor Disebabkan Hati Kotor

Tausiyah Senja

#Lisan Kotor Disebabkan Hati Kotor#

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Lidah itu memang tak bertulang tp tajamnya lidah dpt lbh tajam dari sembilu bambu. Ucapan lisan yg baik lagi penuh hikmah dpt menyejukkan hati & perasaan, sedangkan ucapan lisan yg pedas menyakitkan dpt menyayat2 hati & perasaan.

Anggota tubuh yg terluka dpt sembuh terobati tp bila hati yg terluka sulit utk disembuhkan kecuali dgn kemaafan yang tulus. Berapa banyak manusia yg bertikai bahkan berujung perang shg menumpahkan darah hanya krn berawal dari ucapan lisan yg kotor.

Ketahuilah bhw kotornya lisan adl refleksi dari kotornya hati, sedangkan kotornya hati dpt disebabkan krn banyak noda dosa yg tlh dilakukan. Ucapan yg kotor bila tlh terucap sulit utk menarik kembali ucapannya.

Ucapan yg kotor bisa berupa cacian, makian, umpatan, hinaan, fitnah, dusta & sumpah serapah. Sbg cerminan diri kita masing2 bila tdk ingin hati tersinggung & tersakiti maka jagalah perasaan orang lain dgn menjaga lisan.

Bila tdk mampu menyenangkan hati orang lain maka jgn membuat hatinya terluka. Mari melatih diri utk membiasakan berucap dgn ucapan yg baik atau ucapan nasehat yg terkandung da’wah.

Bila tdk mampu maka sebaiknya hemat bicara dari perkara yg sia2 & memperbanyak berzikir kpd Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Hai orang2 yg beriman, bertakwalah kamu sekalian kpd Allah & katakanlah perkataan yg benar, niscaya Allah memperbaiki amalan2 mu & mengampuni dosa2 mu. Barangsiapa yg mentaati Allah & Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia tlh mendapat kemenengan yg besar.”(QS.Al-Ahzab :70-71).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Rabu, 18 Januari 2017

Jangan Ikuti Penilaian Manusia

Tausiyah Senja

Jangan Ikuti Penilaian Manusia

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Sikap & tindakan seseorang tdk terlepas dari penilaian orang lain. Apakah tindakan itu bersifat positif apalagi tindakan yg negatif.

Dimensi kepala manusia & warna rambutnya bisa sama tetapi corak & kapasitas kandungan otaknya berbeda-beda. Maka tak heran penilaian thp suatu objek yg sama akan menghasilkan perspektif yg berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh cara pandang & pola fikir yg berbeda-beda pula.

Kita msh ingat dgn kisah hikmah seorang anak & ayah naik keledai. Bagaimanapun sikap mrk akan selalu salah dlm penilaian manusia. Keledai dinaiki berdua salah, ayahnya yg menuntun keledai & anaknya yg naik keledai salah, anaknya yg menuntun & ayahnya yg menaiki keledai salah, keduanya berjalan kaki & keledai dituntun salah, pd akhirnya keledai digendong sekalipun msh akan salah juga.

Saran & nasehat tetap dibutuhkan tetapi bukan berarti mengikuti semuanya bila tdk sesuai dgn kebenaran.

Jangan hiraukan omongan & penilaian orang lain krn belum tentu penilaian itu baik serta benar dlm pandangan Allah SWT. Luruskan niat & kuatkan tekad utk melanjutkan apa yg tlh dicanangkan sebelumnya.

Allah SWT berfirman, “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”(QS.Al-An’am: 116).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 17 Januari 2017

Berat Menerima Nasehat

Tausiyah Senja

Berat Menerima Nasehat

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Nasehat kebaikan agama itu indah tp tak seindah bagi orang yg menerima nasehat.

Baginya nasehat adl untaian kata yg menyakitkan hati & perasaan. Apalagi yg menyampaikan nasehat bukanlah orang yg terpandang yg memiliki status sosial dlm pandangan manusia.

Sebenarnya nasehat yg ikhlas dari hati sanubari yg dalam adl seteguk air yg dpt menghilangkan rasa dahaga ditengah padang pasir yg luas atau bagaikan secercah sinar lilin ditengah kegelapan malam yg menerangi ruangan.

Manusia sbg makhluk Allah memiliki tempat salah & lupa. Disinilah peran penting & kedudukan nasehat bagi manusia dpt meluruskan yg bengkok & mengingatkan bagi yg lupa.

Nasehat dpt keluar dari lisan ikhlas siapa saja mulai dari seorang anak kecil, orang awam, kaum intelektual hingga para alim ulama.

Esensi nasehat adl isi kandungannya bukan siapa yg menyampaikannya. Orang yg mampu menerima nasehat adl orang yg bijak yg sadar akan kesalahan & kealpaannya.

Sedangkan orang yg sulit menerima bahkan menolak nasehat adl orang sombong sebab hakekat kesombongan adl menolak kebenaran & merendahkan manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Agama itu nasihat. Kami pun bertanya, Hak siapa (nasihat itu)?. Beliau menjawab, Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin).”(HR.Muslim).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 10 Januari 2017

Bersyukur Dengan Masalah

Tausiyah Senja

#Bersyukur Dengan Masalah#

Assalamu’alaikum,

Saudaraku seiman, Menjalani kehidupan ini memang penuh dgn onak & duri. Pepatah Minang mengatakan : “Jauah bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak diraso.” Artinya semakin jauh menempuh perjalanan maka semakin banyak pula yg diperhatikan. Semakin lama menjalani kehidupan maka beragam masalah tlh dirasakan

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu bhw hidup ini tak hanya tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa ringan agar kita tahu mahalnya nilai air mata. Bersyukurlah kpd orang yg menyakitimu karena dia yg membuatmu selalu tabah. Bersyukurlah kpd orang yg tlh mengacuhkanmu karena dia yg menjadikanmu berdikari. Bersyukurlah kpd yg tlh menjatuhkanmu krn dia yg tlh menguji kemampuanmu. Bersyukurlah kpd orang yg tlh mendzholimu krn dia yg tlh menguji kesabaranmu.

Dibalik kesulitan akan ada kemudahan, dibalik kesedihan akan ada kebahagiaan & dibalik masalah hidup akan ada pelajaran sangat berharga yg tak dpt dinilai dgn uang.

Allah SWT berfirman, “Atau siapakah yg memperkenankan (doa) orang yg dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yg menghilangkan kesusahan.” (QS.An-Naml: 62).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Senin, 09 Januari 2017

Amalan Ikhlas Tanpa Pujian

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Memberi & menolong tanpa pamrih adalah sikap yg mulia lagi terpuji. Terpujianya suatu sikap ataupun perbuatan tidak akan ada dgn sendirinya tanpa diuji oleh Allah SWT. Orang yg ikhlas memberi akan diuji bila pemberiannya itu tidak dibalas dgn pujian shg ia pun tdk akan mengungkit pemberiannya.

Orang yg ikhlas menolong akan diuji bila pertolongannya tdk diingat oleh orang yg pernah ia tolong shg ia juga tdk mau membalas memberi pertolongan kpd orang yg pernah menolong dirinya. Kebaikan apapun yg pernah diberikan kpd orang lain maka tdk perlu di ingat & diharapkan balasannya bahkan segera lupakan saja agar tetap terjaga keikhlasannya. Sebab kita berbuat kebaikan bukan utk mengharapkan balasan dari manusia tetapi balasan dari Allah SWT.

Balasan dari manusia tak seberapa tetapi balasan dari Allah SWT luar biasa tanpa ada batasannya baik ketika ia msh hidup didunia apalagi kelak diakhirat. Pemberian & pertolongan akan terjaga keikhlasannya bila tetap dirahasiakan serta dilupakan. Sebagaimana tangan kanan memberi sementara tangan kiri tdk pernah melihatnya.

Allah SWT berfirman, “Hai orang2 yg beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut nya & menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yg menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia & dia tidak beriman kepada Allah & hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yg di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tdk bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yg mereka usahakan & Allah tidak memberi petunjuk kepada orang2 yg kafir.(QS.Al-Baqarah:264).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Kamis, 05 Januari 2017

Bila Tidak Malu Perbuat Sesukamu

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Ekspresi perkataan & perbuatan merupakan pantulan cahaya iman dari dlm jiwa seorang hamba.

Keimanan yg bersih & lurus akan tampak dari pribadi yg memiliki akhlaq yg mulia. Diantara cabang kemuliaan akhlaq adl terdapatnya perasaan malu. Perasaan malu adl sifat terpuji yg ada pd diri seseorang yg akan membawa dirinya utk melakukan perbuatan mulia & akan membuat karakternya menjadi indah.

Orang yg memiliki perasaan malu akan menimbang akibat sebelum melakukan suatu perbuatan.

Sebaliknya orang yg sdh kehilangan perasaan malu bagaikan muka tembok yg tdk lagi peduli dgn kehormatan dirinya.

Ada orang yg berpakaian tp setengah telanjang, bermesraan ditempat umum, meremehkan meninggalkan shalat fardhu, bangga dgn khamar & judi serta merasa mulia dgn harta korupsi.

Memiliki perasaan malu bukan berarti orang yg tdk percaya diri sebab terdapat perbedaan antara pemalu & sifat malu. Orang yg memiliki sifat malu berarti ia memiliki sifat. muraqabah, dimana ia selalu merasa bhw ia senantiasa dlm pengawasan & pantauan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya salah satu perkara yg telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.”(HR.Bukhari No.3483).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 03 Januari 2017

Jangan Menunda Beramal Soleh

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Melakukan ketaatan beribadah kpd Allah SWT memang mudah, yg sulit adl istiqamah mempertahankannya. Tak jarang godaan syetan datang utk menunda2 beramal soleh. Beribu alasan yg dinyatakan utk menunda beramal ibadah.

Azan subuh berkumandang merdu menyerukan shalat tp selimut ditarik kembali dgn bisikan sebentar lagi hari msh dingin. Rezqi harta berlimpah tp infaq & zakat dilupakan. Tabungan emas & perak jg tak terkira tapi ibadah haji & umrah msh belum ditunaikan. Diberi Allah SWT amanah kekuasaan tp enggan menerapkan Syari’at Islam. Dianugerahi wajah cantik menawan tp tdk mau menutup aurat hingga menunggu usia tua.

Pd hal ajal kematian bisa tiba kapan saja tanpa hrs berusia tua. Pernah Sahabat Rasulullah SAW Umar bin Khatab r.a terlambat mendatangi Shalat Ashar berjama’ah krn msh sibuk mengurusi kebunnya. Akhirnya beliau sangat menyesal krn terlambat Shalat Ashar berjamaah hingga akhirnya kebunnya itu dia Shadaqahkan krn tlh membuatnya lalai. Sementara ibadah yg tlh terlalaikan sangat sulit utk dpt dikejar krn waktu itu tak akan pernah kembali lagi.

Rasulullah SAW bersabda, “Segeralah beramal sebelum datang 7 perkara, tidaklah yg kalian tunggu itu selain kefakiran yg melalaikan, kekayaan yg menyombongkan, penyakit yg merusak, usia tua yg melemahkan, kematian yg melenyapkan, kedatangan Dajjal sejahat2 yg dinantikan atau hari kiamat & hari kiamat itu sangat pedih & sangat pahit.”(HR.Tirmidzi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Sabtu, 31 Desember 2016

Manusia Gila Kehormatan

 

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Tak dpt dipungkiri bhw salah satu tabiat manusia itu suka disanjung & dihormati. Namun sanjungan & kehormatan yg berlebihan dpt membuat manusia terbuai lupa diri. Ia akan menganggap dirinya sbg seorang yg superior shg mudah utk meremehkan orang lain. Manusia yg suka dihormati jg cenderung sombong, arogan & suka menuntut pamrih.

Manusia yg gila kehormatan akan sulit memberikan pertolongan bila tanpa ada penghormatan, ia enggan berinfaq sodaqoh kalau tak disebut sbg dermawan, ia jg tak akan memberi nasehat kalau tak dibayar dgn yg sepadan. Baginya kehormatan & popularitas menjadi tujuan hidup. Pd hal berapa banyak orang yg menyesal menjadi populer krn membuat hidupnya sempit & menderita.

Lihatlah sosok sederhana pribadi Rasulullah SAW sbg seorang manusia yg paling agung nan sempurna. Dialah Muhammad SAW sbg pemimpin para Nabi & Rasul. Tanpa gelar kehormatan kebangsawanan tp ia senantiasa dikenal & dikenang manusia sepanjang zaman.

Mari kita luruskan NIAT dlm setiap beramal ibadah semata2 hanya utk mengharapkan ridho dari Allah SWT semata.

Allah SWT berfirman : “Jika kamu berpaling dari peringatanku, aku tak meminta upah sedikit pun dari padamu. Upahku tak lain hanyalah dari Allah belaka & aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yg berserah diri kepada-Nya”.(QS.Yunus:72).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jumat, 30 Desember 2016

Ilmu Tanpa Amalan

Tausiyah senja

#Ilmu Tanpa Amalan#

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kita patut bersyukur kpd Alah SWT bhw perkembangan teknologi informasi sangat membantu mempermudah urusan kehidupan manusia. Tdk hanya dlm hal komunikasi tp jg dlm hal utk mendapatkan informasi ilmu yg bermanfaat.

Hampir setiap saat informasi broadcast dari media sosial berseliweran. Ada informasi sampah alias hoax & ada jg informasi yg berguna. Postingan da’wah melalui media sosial jg patut disyukuri kehadirannya sebab tanpa hrs menghadiri majelis ilmu kita msh bisa belajar tentang kemuliaan ajaran Islam. Meskipun sebaik2 belajar adl bertemu dihadapan seorang guru.

Ilmu akan menjadi bermanfaat bagi orang yg mempelajari & bagi orang yg mengajarkannya ketika diamalkan. Ilmu itu akan menjadi penerang jalan kehidupan ketika dikaji & diamalkan. Sebaliknya Ilmu akan menjadi tak bernilai & tak bermanfaat hanya sebatas difahami sbg pemuas kecerdasan intelektual. Ilmu jg akan membekas ke dlm jiwa ketika diamalkan & diajarkan kpd orang lain.

Pepatah Arab mengatakan, Al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasyajari bilaa tsamarin : Ilmu tanpa amal ibarat pohon tidak berbuah. Mari jgn kita sia-siakan kehadiran media sosial da’wah utk menimba ilmu agar bisa diamalkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat hal : (salah satunya adalah) tentang ilmunya, apa yang sudah dia amalkan dari ilmunya tersebut?”(HR.Tirmidzi).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah