Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Menjauhi Sifat Sombong

Assalamu’alaikum

Saudaraku seiman, Kesombongan adl dosa yg pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah subhana wa ta’ala yaitu iblis. Kesombongan pula yg menjadi penyebab terusirnya iblis dari surga. Kesombongan adl sikap merasa bhw dirinya berada diatas orang lain & menolak kebenaran.

Kesombongan dpt menjangkiti siapa saja mulai dari orang yg awam, orang yg berilmu, orang yg kaya raya, pejabat atau politikus, para aktivis dakwah hingga seorang ahli ibadah.

Orang yg awam dpt meremehkan orang lain, orang yg berilmu dpt merendahkan orang yg bodoh, orang yg kaya menghinakan orang yg miskin, pejabat menolak menerapkan syari’at Allah, para aktivis dakwah dpt diuji dgn perasaan dirinya sendiri bhw ia adl orang yg paling banyak berkorban dijalan Allah serta seorang ahli ibadah dpt dibuat kagum dgn amal ibadahnya sendiri.

Orang yg sombong tlh lupa eksistensi dirinya sbg makhluk Allah ta’ala. Orang yg sombong jg tlh kehilangan orientasi dlm beramal ibadah kpd Allah ta’ala. Kesombongan dpt diredam dgn tafakkur diri bhw manusia adl makhluk Allah yg lemah, memiliki sifat tawadhu’ & kesombongan dpt dikikis habis dari dlm jiwa dgn menanamkan niat yg ikhlas dlm setiap perkara kehidupan.

Semoga Allah Subhana wa ta’ala menjaga hati kaum muslimin dari sifat sombong, ujub & takabbur.

Allah Subhana wa ta’ala berfirman, “Apakah yg menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu? Menjawab iblis : Saya lebih baik dari padanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.(QS.Al-A’raf:12).

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Minggu, 04 September 2016

Tipu Daya Setan

SETAN telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti
masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani
Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk
melakukan tekadnya itu. Allah Ta’ala berfirman:

“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali
hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka,” (Shad: 82-83).

Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manu-sia juga ada yang berperan sebagai setan. Allah
Ta’ala berfirman:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis)
manusia dan (dari jenis) jin,” (Al-An’am: 112).

Cobalah perhatikan, Allah Ta’ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penyebutan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin.

Mereka mengajak kepada kekufuran, bid’ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil.

Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada’iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: “Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya. Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.