Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Ayat Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Ayat Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Maret 2017

Air Salah Satu Tanda Keagungan Ciptaan Allah SWT

#Aqidah Islam : Air Salah Satu Tanda Keagungan Ciptaan Allah SWT#

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ} [البقرة : 164]

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”(QS.Al-Baqarah:164).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang Aqidah Islam yakni membaca & mencermati air sbg salah satu tanda keagungan ciptaan Allah SWT.

Segala puji bagi Allah SWT yg tlh menciptakan air. Air adl salah satu dari sumber kehidupan (life resource). Tiada kehidupan makhluk dibumi tanpa ada air. Begitu besar ketergantungan makhluk hidup thp air & betapa besar manfaat air bagi kehidupan. Sampai saat ini belum ada satu zat pun yg dpt menggantikan air sbg salah satu sumber kehidupan. Bila fungsi air sangat berarti bagi kehidupan berarti betapa agungnya zat yg menciptakan air yakni Allah SWT.

Memikirkan tentang fenomena alam semesta, manusia & kehidupan adl bagian dari proses menuju keimanan kpd Allah SWT. Al-Imam Al-Juwaini rahimahullahu (W 478 H) mengatakan, Kewajiban pertama kali atas orang yg aqil baligh beriringan semakin matangnya kedewasaan atau terjadinya mimpi adl niat berfikir dgn benar yg membawa kpd pengetahuan bhw alam ini adl sesuatu yg baru.(Kitab Al-irsyad Fii ushulil Fiqh hal 3).

Dengan demikian seorang hamba yg tlh mencapai usia baligh & berakal memiliki kewajiban utk membaca ayat2 kauniyah (research and analysis). Ayat2 kauniyah adl ayat atau tanda yang wujud di sekeliling manusia yg diciptakan oleh Allah SWT. Ayat2 ini adl ayat2 dlm bentuk segala ciptaan Allah SWT berupa alam semesta & semua yg ada di dalamnya.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani rahimahullahu menjelaskan, Islam dibangun di atas satu dasar, yaitu aqidah. Aqidah menjelaskan bhw di balik alam semesta, manusia & hidup, terdapat Pencipta (Al-Khaliq) yg tlh meciptakan ketiganya, serta yg tlh meciptakan segala sesuatu lainnya. Dialah Allah SWT. Bahwasanya Pencipta tlh menciptakan segala sesuatu dari tdk ada menjadi ada. Ia bersifat wajibul wujud, wajib adanya. Sebab kalau tdk demikian, berarti Ia tdk mampu menjadi Khaliq. Ia bukanlah makhluk krn sifat-Nya sbg Pencipta memastikan bhw diri-Nya bukan makhluk. Pasti pula bhw Ia mutlak adanya krn segala sesuatu menyandarkan wujud atau eksistensinya kpd diri- Nya, sementara Ia tidak bersandar kpd apapun.(Kitab Nidzomu Al-islam hal 9).

*Fakta Tentang Air*

Secara ilmiah air adl substansi kimia dgn rumus H2O, satu molekul air tersusun atas 2 atom hidrogen yg terikat secara kovalen pd satu atom oksigen. Air bersifat tdk berwarna, tdk berasa & tdk berbau pd kondisi standar, yaitu pd tekanan 100 kPa (1 bar). Nama alternatif Air adl aqua, dihidrogen monoksida, hidrogen hidroksida. Dgn titik lebur 0°C (273.15 K) (32 ºF) & titik didih 100 °C (373.15 K) (212 ºF).

Yedi Purwanto dalam Jurnal Sosioteknologi Edisi 13 Tahun 7, April 2008 mengatakan, berdasarkan keterangan dokter, manusia dpt bertahan hidup selama 5-7 hari tanpa makanan. Tetapi manusia tersebut hrs mendapatkan air utk tubuhnya. Jika demikian adanya, tentu manusia tdk dpt hidup tanpa air.

Imam Suyuthi rahimahullahu didlm kitab Asbabun nuzul menjelaskan sebab turunnya QS.Al-Baqarah ayat 164 diatas, Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur di dlm Sunannya, Al-Faryabi di dlm Tafsirnya & Al-Baihaqi di dlm kitab Syu’bul Iman yg bersumber dari Abidh-Dhuha bhw ketika turun ayat tsb (QS.Al-Baqarah ayat 163), kaum musyrikin kaget & bertanya2 : Apakah benar Tuhan itu tunggal? Jika benar demikian berikanlah kpd kami bukti-buktinya. Maka turunlah ayat berikutnya (QS.Al-Baqarah ayat 164) yg menegaskan adanya bukti-bukti ke-Esaan Tuhan.

Imam As-Suyuthi berpendapat bhw hadist ini mu’dhal tp ada syahid (penguatnya) Air hujan turun dari langit diatur oleh Allah SWT. Kemudian mengalir dari hulu dipuncak pegunungan hingga ke hilir dimuara sungai yg banyak dimanfaatkan oleh manusia. Air menjadi zat yg langka ketika musim kemarau datang yg berakibat petani gagal panen, sumber mata air kering, sungai pun surut, hutan mudah dibakar & akhirnya asap melanda.

Urgensitas air sbg salah satu sumber kehidupan tdk dpt dimonopoli oleh segelintir orang (Kapitalisasi) utk dieksploitasi & di eksplorasi. Islam tlh menetapkan kepemilikan dalam 3 jenis yaitu : kepemilikan individu (private property), kepemilikan umum (public property & kepemilikan negara (state property).

*Penutup*

Dlm perspektif Islam sumber mata air adl termasuk kepemilikan umum yg tdk dpt dikuasai oleh individu. Arti dari kepemilikan umum adl apabila dikuasai oleh individu dpt mengancam kepentingan & kemaslahatan kehidupan publik masyarakat. Aset2 kepemilikan umum wajib dikelola oleh negara sebagai public service secara profesional & amanah dlm rangka utk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat (basic need). Bila hal demikian terwujud maka termasuk upaya mensyukuri ni’mat limpahan air dari Allah SWT.

Sebaliknya realitas menunjukkan berapa banyak sumber2 mata air yg terkategori sbg milik ummat tp dikuasai oleh para cukong2 Kapitalis atas dasar penanaman modal asing. Apakah ini tanda dari perbuatan kufur ni’mat?

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Kamis, 23 Februari 2017

Ekonomi Islam : Jual Beli Yang Haram

 

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا} [النساء : 29]

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian.”(QS.An-Nisaa’:29).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang Ekonomi Islam yaitu jenis2 jual beli yg haram.

Aktivitas jual beli merupakan bagian dari hubungan sosial manusia. Jual beli sdh dimulai dilakukan oleh manusia sejak peradaban manusia msh rendah dgn cara barter atau tukar menukar barang. Hal ini dilakukan utk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Disamping itu jual beli jg dpt dijadikan sbg upaya utk mengembangkan kepemilikan harta.

Seiring dgn perkembangan zaman sistem jual beli semakin beragam. Ada yg transparan yg membawa keadilan & ada jg yg penuh dgn kecurangan. Apalagi ketika ditopang oleh sistem ekonomi Kapitalisme yg berbasiskan riba.

Lafadzh Buyu’ (بيوع) merupakan jama’ dari lafadzh Bai’un (بيع ) yg artinya jual beli. Jual beli secara istilah adl pemindahan hak milik kpd orang lain dgn imbalan harga. Sedangkan syira’ pembelian adl penerimaan barang yg dijual (dgn menyerahkan harganya kpd si penjual).(Ref : Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi. Al-Wajis, Pustaka As-Sunnah, hal 649).

Hukum asal jual beli adl Mubah atau boleh. Allah SWT berfirman,

وَاَحَلّ َالله ُالْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرّبِوَا

Artinya : “Allah tlh menghalalkan jual beli & mengharamkan riba.”(QS.Al-Baqarah : 275).

Meskipun jual beli mubah akan tp hukum syara’ tlh menetapkan ketentuan aktivitas jual beli mulai dari rukun jual beli, syarat sah jual beli & jenis2 jual beli yg diharamkan. Selaku seorang mukmin sejati kita senantiasa berusaha dgn sekuat tenaga mampu utk mentaati ketentuan Syari’at Allah SWT. Hal ini dilakukan semata2 mengharapkan ridhho Allah SWT & pd akhirnya tercapai keberkahan hidup.

Ada beberapa aktivitas jual beli yg diharamkan diantaranya :

1. Barang yg diperjual belikan adl barang yg haram sprti : Hewan atau daging babi, anjing, patung berhala, khamar atau Alkohol, narkoba dll.
Rasulullah SAW bersabdaa,

ِإنَّ اللهَ تَعَالىَ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَاْلمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيْرِ وَاْلأَ صْناَمِ. (رواه البخارى ومسلم).

Artinya : Allah ta’ala melarang jual beli arak, bangkai, babi, anjing & berhala”. (HR.Bukhari & Muslim).

2. Barang yg diperjual belikan adl bukan barang milik sipenjual. Rasulullah SAW bersabda,

لاَطَلاَقَ اِلاَّ فِيْمَا يُمْلَكُ وَلاَ عِتَاقَ اِلاَّ فِيْمَا يُمْلَكُ وَلاَ بَيْعَ اِلاَّ فِيْمَا يُمْلَكُ وَلاَ وَفَاءَ بِنَذْرٍ اِلاَّ فِيْمَا يُمْلَكُ.

Artinya : “Tidak ada talak (cerai) kecuali apa yg dimilikinya, tidak membebaskan (budak) kecuali miliknya, tidak menjual miliknya & tidak ada pemenuhan nadzar kecuali dengan miliknya“.( HR At-tirmidzi & Abu Daud).

3. Barang yg diperjual belikan bukan barang yg sdh ditawar oleh orang lain. Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ يَسْتَامَ الرَّجُلُ عَلَى سَوْمِ أَخِيهِ

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang itu menawar barang yg ditawar oleh muslim yg lain. (HR.Muslim, no.3.889).

5. Jual beli Gharar ( Tidak jelas). Dlm jual beli gharar banyak jenisnya shg dpt merugikan salah satu pihak yg beraqad jual beli. Sbg cth : Ketidak pastian dlm penentuan barang yg diperjual belikan, ketidak pastian akad, ketidak pastian harga, ketidak pastian barang yg diperjual belikan, ketidak pastian kadar harga atau barang & ketidak pastian tempo pembayaran.

Rasulullah SAW bersabda,

أنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهىَ عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ

Artinya : “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli gharar (tidak jelas statusnya).” (HR.Muslim).

6. Jual beli sistem aqad ijon. Sbg cth : aqad jual beli buah-buahan yg msh mentah diatas pohon atau jual beli hewan ternak yg msh ada didlm kandungan. Rasulullah SAW brrsabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَى تَزْهِىَ قَالُوا وَمَاتُزْهِىَ قَالَ تَحْمَرُّ فَقَالَ إِذَا مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ فَبِمَ تَسْتَحِلُّ مَالَ أَخِيْكَ؟

Dari sahabat Anas bin Malik r.a bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang penjualan buah-buahan (hasil tanaman) hingga menua. Para Sahabat bertanya, Apa maksudnya telah menua? Beliau menjawab, Bila telah berwarna merah. Kemudian beliau bersabda, Bila Allah menghalangi masa panen buah-buahan tersebut (gagal panen), maka dengan sebab apa engkau memakan harta saudaramu (uang pembeli)?”(HR.Bukhari no.1.488).

7. Jual beli dgn 2 aqad dlm satu transaksi. Cth : Saya jual barang ini kpd mu tp dgn syarat engkau jg menjual barang ini kpd ku atau engkau membeli barang tsb dariku & begitu seterusnya. Larangan aqad jual beli sprti ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِيْ بَيْعَةٍ.

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan dua transaksi dalam satu transaksi jual beli.”(HR.Tirmidzi & Ibnu Hibban).

8. Aqad jual beli tdk mengandung unsur riba apakah riba nasyi’ah (denda krn keterlambatan pembayaran cicilan) ataupun riba fadhl ( tukar menukar barang yg tdk sama nilainya). Sistem jual beli kredit hari ini tdk dpt dipisahkan dari adanya perjanjian denda dlm keterlambatan pembayaran cicilan.

Allah SWT berfirman,

وَاَحَلّ َالله ُالْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرّبِوَا

Artinya : “Allah tlh menghalalkan jual beli & mengharamkan riba.”(QS.Al-Baqarah : 275).

Semoga kita mampu menjadi pengusaha & pembeli yg adil & jujur yg kelak dpt hidup bersama Rasulullah SAW disurga.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Rabu, 22 Februari 2017

Aqidah Islam : Nabi Isa ‘Alaihissalam Tidak Wafat Disalib

 

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

{وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ ۚ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا} [النساء : 157]

Artinya : Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.(QS.An-Nisaa’:157).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallan, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas Aqidah Islam yakni tentang. Nabi Isa ‘alaihissalam tdk wafat disalib. Hal ini penting utk kita fahami & kita yakini sebab Allah SWT tlh menjelaskan melalui wahyu-Nya Al-Quran tentang kesesatan orang2 Nasrani.

Bagi orang Nasrani keyakinan Yesus Mati di Salib adl sebuah keyakinan harga mati yg tak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Dogma penebusan dosa melalui penyaliban tercipta berdasarkan adanya keyakinan thp dosa waris.

Salah satu prinsip ajaran Nasrani adl meyakini bhw Yesus mati disalib sbg wujud pengorbanan utk menebus dosa2 manusia sebagaimana diterangkan dlm surat Roma 5: Akan tp Allah menunjukkan kasih-Nya kpd kita oleh krn Kristus tlh mati utk kita, ketika kita msh berdosa.

Jg tertera di dlm 1 Korintus 15:3-6. Ini artinya, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adl utk menghapus & menebus dosa2 kita. Ia adl Tuhan, Juru selamat kita yg perkasa.

Dlm perspektif injil versi perjanjian baru sendiri diakui bhw Yesus tdk mati disalib. Ayat2 Mazmur dijadikan dasar sbg penolakan penyaliban Yesus krn ayat ini pula yg menegaskan bhw Yesus adl anak kesayangan Allah dlm Perjanjian Baru (khususnya dalam Lukas 4:10-12 & Matius 4:5-10).

1. Tak ada malapetaka yg akan menimpa Yesus, apalagi kematian melalui penyaliban. (Mazmur 91:10).(10) Malapetaka tdk akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu

2. Yesus bahkan menonton pd saat orang yg mirip dengannya disalibkan (Mazmur 91:8). (8) Engkau hanya menontonnya dgn matamu sendiri & melihat pembalasan thp orang2.

*Al-Qur’an Membantah*

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkkan Surat Annisaa’ ayat 157 diatas,

{إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ}
Artinya : Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra maryam utusan Allah. (QS.An-Nisa: 157).

Maksudnya orang yg dirinya mengakui berkedudukan demikian tlh kami bunuh. Ucapan tsb dikatakan mrk sbg cemoohan & ejekan. Perihalnya sama dgn pengertian yg terkandung di dalam ayat lain yg mengisahkan perkataan orag2 musyrik, yaitu melalui firman-Nya:

{يَا أَيُّهَا الَّذِي نزلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ}

Hai orang yg diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yg gila. (QS.Al-Hijr: 6).

Tersebutlah bhw di antara kisah mengenai orang2 Yahudi (semoga laknat Allah, murka, kemarahan & siksa-Nya selalu menimpa mereka) yaitu: Ketika Allah mengutus Isa anak Maryam ‘Alaihissalam dgn membawa bukti2 yg nyata & petunjuk, mrk dengki kepadanya krn ia tlh dianugerahi Allah kenabian & berbagai macam mukjizat yg cemerlang.

Di antara mukjizatnya adl dpt menyembuhkan orang yg buta, orang yg terkena penyakit supak & menghidupkan kembali orang yg tlh mati dgn seizin Allah. Mukjizat lainnya adl dia membuat patung dari tanah liat berbentuk seekor burung, lalu ia meniupnya maka jadilah patung itu burung sungguhan dgn seizin Allah SWT. Lalu dapat terbang dengan disaksikan oleh mata kepala orang2 yg melihatnya.

Banyak pula mukjizat lainnya sbg kehormatan baginya dari Allah. Hal tersebut dilakukan oleh Allah melalui kedua tangan Nabi Isa ‘Alaihissalam
Akan tetapi sekalipun demikian mrk mendustakannya, menentangnya, serta berupaya utk mengganggunya dgn segala kemampuan yg mrk miliki. Hingga hal tersebut membuat Nabi Allah Isa ‘Alaihissallam tdk dpt tinggal satu negeri bersama mereka, melainkan banyak mengembara & ibunya pun ikut mengembara bersamanya.

Mereka masih belum puas dgn hal tsb. Akhirnya mrk datang kpd Raja Dimasyq (Damascus) di masa itu. Raja Dimasyq adl seorang musyrik penyembah bintang, para pemeluk agamanya dikenal dgn sebutan pemeluk agama Yunani. Akhirnya mereka orang2 Yahudi itu sampai kpd raja tsb lalu melaporkan laporan palsu kpd nya bhw di Baitul Maqdis terdapat seorang lelaki yg menghasut khalayak ramai, menyesatkan mereka & menganjurkan mereka agar memberontak kpd raja.

Mendengar laporan tsb si raja murka, lalu ia mengirimkan instruksi kpd Gubernurnya yg ada di Baitul Maqdis, memerintahkannya agar menangkap lelaki yg dimaksud, lalu menyalibnya & kepalanya diikat dgn duri agar tdk mengganggu orang2 lagi.

Ketika surat raja itu sampai kpd si Gubernur, ia segera melaksanakan perintah itu, lalu ia berangkat bersama segolongan orang2 Yahudi menuju ke sebuah rumah yg di dalamnya terdapat Nabi Isa ‘Alaihissalan bersama sejumlah sahabatnya. Jumlah mrk kurang lbh ada 12 atau 13 orang. Menurut pendapat yg lain adl tujuh 17 orang.

Hal tsb terjadi pd hari Jumat, sesudah waktu Ashar, yaitu petang hari Sabtu. Mrk mengepung rumah tsb. Ketika Nabi Isa AS merasakan bhw mrk pasti dpt memasuki rumah itu atau ia terpaksa keluar rumah & akhirnya bersua dgn mereka, maka ia berkata kpd sahabat2 nya, “Siapakah di antara kalian yg mau diserupakan seperti diriku? Kelak dia akan menjadi temanku di surga.”

Maka majulah seorang pemuda yg rela berperan sbg Nabi Isa. Tetapi Nabi Isa memandang pemuda itu masih terlalu hijau utk melakukannya. Maka ia mengulangi permintaannya sebanyak 2 kali atau 3 kali.
Tetapi setiap kali ia mengulangi perkataannya, tiada seorang pun yg berani maju kecuali pemuda itu. Akhirnya Nabi Isa berkata, “Kalau memang demikian, jadilah kamu seperti diriku.”

Maka Allah SWT menjadikannya mirip seperti Nabi Isa A.S hingga seakan2 dia memang Nabi Isa A.S sendiri. Lalu terbukalah salah satu bagian dari atap rumah itu & Nabi Isa tertimpa rasa kantuk yg sangat hingga tertidur, lalu ia diangkat ke langit dalam keadaan demikian. Seperti yg disebutkan di dlm firman-Nya:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ

Artinya : (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menidurkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku.” (QS.Ali Imran: 55), hingga akhir ayat.

Setelah Nabi Isa A.S diangkat ke langit, para sahabatnya keluar. Ketika mereka (pasukan yg hendak menangkap Nabi Isa) melihat pemuda itu, mereka menyangkanya sebagai Nabi Isa, sedangkan hari telah malam lalu mereka menangkapnya & langsung menyalibnya serta mengalungkan duri2 pada kepalanya.

Orang2 Yahudi menonjolkan dirinya bhw merekalah yg tlh berupaya menyalib Nabi Isa & mereka merasa bangga dgn hal tsb lalu beberapa golongan dari kalangan orang2 Nasrani (karena kebodohan & akalnya yg kurang) mempercayai saja hal tsb. Kecuali mereka yg ada bersama Nabi Isa mereka tdk mempercayainya krn menyaksikan dgn mata kepala sendiri bgw Nabi Isa A.S diangkat ke langit.

(Ref : Kitab Tafsir Ibnu Katsir Juz 6).

*Penutup*

Dgn demikian wajib kita yakini bhw Nabi Isa ‘Alaihissalam tdk wafat disalib akan tp diangkat oleh Allah SWT kelangit, Sedangkan orang yg disalib adl salah seorang dari pengikut Nabi Isa ‘Alaihissalam yg diserupakan wajahnya oleh Allah SWT mirip dgn Nabi Isa ‘Alaihissalam.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Sabtu, 11 Februari 2017

MUNAFIK, LEBIH JELEK DARI ORANG KAFIR

Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak (kemunafikan).

Nifaq menurut syara’ (terminologi) berarti menampakkan keislaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain.

Allah menjadikan orang-orang munafiq lebih jelek dari orang-orang kafir. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’: 145)

Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ
“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka…” (QS. An-Nisaa’: 142)

Nifaq ada dua jenis: Nifaq I’tiqadi & Nifaq ‘Amali (Namun kali ini yang akan dibahas hanya Nifaq I’tiqadi).

Nifaq I’tiqadi (Keyakinan) yaitu nifaq besar, di mana pelakunya menampakkan keislaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Jenis nifaq ini menjadikan pelakunya keluar dari agama dan dia berada di dalam kerak Neraka. Allah menyifati para pelaku nifaq ini dengan berbagai kejahatan, seperti kekufuran, ketiadaan iman, mengolok-olok dan mencaci agama dan pemeluknya serta kecenderungan kepada musuh-musuh untuk bergabung dengan mereka dalam memusuhi Islam.

Orang-orang munafiq jenis ini senantiasa ada pada setiap zaman. Lebih-lebih ketika tampak kekuatan Islam dan mereka tidak mampu membendungnya secara lahiriyah. Dalam keadaan seperti itu, mereka masuk ke dalam agama Islam untuk melakukan tipu daya terhadap agama dan pemeluknya secara sembunyi-sembunyi, juga agar mereka bisa hidup bersama ummat Islam dan merasa tenang dalam hal jiwa dan harta benda mereka. Karena itu, seorang munafiq menampakkan keimanannya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Hari Akhir, tetapi dalam batinnya mereka berlepas diri dari semua itu dan mendustakannya.

Nifaq jenis ini ada empat macam, yaitu:
1. Mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau mendustakan sebagian dari apa yang beliau bawa.
2. Membenci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa.
3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam.
4. Tidak senang dengan kemenangan Islam.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Semoga Allah menyelamatkan kita dari kemunafikan.

JalanDakwah.info👤 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Fiqh Wanita : Perbedaan Jilbab Dengan Kerudung

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا} [الأحزاب : 59]

Artinya : “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu & isteri-isteri orang yang beriman “Hendaklah mereka menutupkan Jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS.Al-Ahzab:59).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallan, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat.

Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas fiqh wanita tentang perbedaan antara jilbab & kerudung.

Islam tlh memuliakan martabat manusia dgn mensyari’atkan berpakaian dlm rangka utk menutup aurat baik bagi laki-laki maupun bagi wanita.

Sungguh memprihatinkan budaya manusia modern hari ini menjadikan budaya barat sbg kiblat. Budaya dlm berbusana adl berpakaian tp (maaf) setengah telanjang seperti kekurangan bahan baju. Perubahan & pergeseran style busana wanita di era 80-an dgn era 2000-an terjadi perbedaan yg sangat jauh. Zaman dahulu meskipun busana  jilbab tdk merata digunakan dimasyarakat tp msh memegang prinsip & nilai2 kesopanan.

Kini busana wanita bukan utk menutup tubuh indahnya melainkan semakin mempertontonkan aurat yg seharusnya dijaga. Ia pamer dgn keindahan tubuhnya agar para lelaki memperhatikan & memujinya.

Disadari atau tdk hal ini mempengaruhi peningkatan tindak kriminal pelecehan sexual wanita sebagaimana berita yg sering kita lihat & didengar di media masa.

Terkait dgn aurat, Imam Ar-Raziy rahimahullahu (251 H) menjelaskan tentang definisi aurat yaitu :

العورة : سوعت الانسان و كل ما يستحيا منه

Aurat adl : aurat manusia & semua hal yg menyebabkan malu. (Kamus Mukhtaar Ash-shihaah hal 461).
Batasan aurat bagi laki2 adl antara pusar & lututnya, sedangkan batasan aurat bagi wanita adl seluruh tubuhnya kecuali wajah & telapak tangan. Hukum menutup aurat adl wajib bagi setiap mukallaf yg tlh baligh & berakal.

Hal ini tlh dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ يَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا

Artinya : Wahai Asma’ (Binti Abu bakar) Sesungguhnya wanita jika sudah baligh maka tidak boleh nampak dari anggota badannya kecuali ini dan ini (beliau mengisyaratkan ke muka dan telapak tangan).(HR.Abu Dâwud, no.4104).

Ada pemahaman yg keliru ditengah2 kaum muslimin tentang perbedaan antara jilbab dgn  kerudung yaitu jilbab dianggap sbg penutup kepala atau kerudung.

Di dalam kamus Lisaan Al-’Arab dituturkan, Al-jilbab, Al-qamish (baju), wa al-jilbaab tsaub awsaa’ min al-khimaar duuna ridaa’ tughthi bihi al-mar`ah ra’sahaa wa shadrahaa. Artinya baju yg lebih luas dari pd khimar, namun berbeda dgn rida’, yg dikenakan wanita utk menutupi kepala & dadanya. Ada pula yg mengatakan Al-jilbaab: tsaub al-waasi’ duuna milhafah talbasuhaa al-mar`ah yaitu pakaian luas yg berbeda dgn baju kurung, yg dikenakan wanita). Ada pula yg menyatakan; Al-jilbaab : al-milhafah (baju kurung).

Imam Qurthubiy di dalam Tafsir Qurthubiy menyatakan, “Jilbaab adl tsaub al-akbar min al-khimaar yaitu akaian yg lbh besar dari pd kerudung. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a & Ibnu Mas’ud r.a jilbaab adl : ridaa’ (jubah atau mantel). Ada pula yg menyatakan ia adl al-qanaa’ (kerudung). Yang benar jilbab adl tsaub yasturu jamii’ al-badan yaitu pakaian yg menutupi seluruh badan.

Jd dgn demikian Jilbab adl sejenis baju kurung terusan yg lapang & lebar yg dpt menutup seluruh tubuh wanita.

Sedangkan khimar ini yg biasa disebut dgn Kerudung adl sbg penutup kepala, leher & dada tanpa menutupi wajah. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ…

Artinya : Dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka…(QS.An-nur:31).

Bagi para muslimah yg sdh baligh & berakal tdk ada alasan utk membuka aurat di depan publik apakah dgn argumentasi belum siap, atau dgn dalih yg penting hatinya dahulu dijilbabkan ataupun belum ada panggilan hidayah.

Menutup aurat bagian dari ketaatan kpd Allah ta’ala & mentaatinya adl bukti dari keimanan. Berpakaian hijab syar’ie bukan berarti tidak trendy krn bisa mengikuti mode selama bentuknya syar’ie pula yaitu tdk ketat, tdk transparan & tdk mengikuti lekuk tubuh.

Semoga kaum muslimin mampu utk mendidik, membimbing & mengarahkan anak2, isteri mrk utk menjaga kehormatan mrk dgn memakai busana hijab syar’ie. Aamiin ya rabb..

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Jumat, 10 Februari 2017

Keutamaan Shalat Tahajud

Pelajaran Ayat Al-quran Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا} [الإسراء : 79]

Artinya : “Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yg terpuji.”(QS.Al-Isra’:79).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang keutamaan ibadah shalat tahajud.

Shalat tahajud adl amalan shalat sunat yg mulia. Inilah kebiasaan orang2 yg shaleh. Mrk biasa menjaga shalat malam, waktu malam mrk banyak digunakan utk beristighfar, berzikir & bermunajat kpd Allah SWT sekaligus tempat utk mencurahkan seluruh problematika kehidupan kpd sang pemilik kehidupan.

Kata tahajud didlm bahasa Arab berarti bergadang shg makna tahajud adl shalat sunah di malam hari yg dilakukan sesudah tidur. Tahajud jg dpt disebut dgn qiyamullail krn pelaksanaan waktunya dimalam hari.

Shalat tahajud ujiannya cukup berat krn pd saat itu manusia terlelap tidur dari keletihannya selama beraktivitas disiang hari, kemudian hrs bangkit utk mengambil air wudhu & mendirikan shalat.

Ada yg berkata kpd Ibnu Mas’ud r.a, “Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam. Beliau menjawab, yg membuat kalian sulit krn dosa yg kalian perbuat. Imam Ahmad berkata, “Tdk ada shalat yg lbh utama dari shalat 5 waktu (shalat maktubah) selain shalat malam.” (Ref : Kitab Al-Mughni 2/135).

Diantara keutamaan shalat tahajud adl sbb :

1. Allah Subahana wa ta’ala menempatkan dirinya pd kedudukan yg terpuji & mulia sesuai dgn firman Allah SWT pd surat Al-isra ayat 79 diatas. Buya Hamka rahimahullahu didlm kitab tafsirnya Al-azhar menjelaskan tentang ayat ini, krn di waktu malam gangguan sangat berkurang. Malam adl hening, keheningan malam berpengaruh pula kepada keheningan fikiran.

Di dalam suatu hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, bhw pd sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia utk mendengarkan keluhan hamba-Nya yg mengeluh, utk menerima taubat orang yg taubat & permohonan maghfirah (ampunan) hamba-Nya yg memohonkan ampun. Maksudnya ialah bhw hubungan kita dgn langit pd waktu malam adl sangat dekat.

2. Allah SWT akan mengabulkan do’a-doanya. Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ : مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ, مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yg berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa  yg memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”(HR. Bukhari & Muslim).

3. Allah SWT akan mencintainya. Allah Ta’ala berfirman didlm hadist qudsi :

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».

Artinya : Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman, Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kpd-Ku dgn sesuatu yg lbh Aku cintai dari pd hal2 yg Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tdk henti-hentinya mendekat kpd-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku tlh mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yg ia gunakan utk mendengar, menjadi penglihatannya yg ia gunakan utk melihat, menjadi tangannya yg ia gunakan utk berbuat, & menjadi kakinya yg ia gunakan utk berjalan. Jika ia meminta kpd-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kpd-Ku, Aku pasti melindunginya
(HR.Bukhari No.6.502).

Mendirikan shalat tahajud memang cukup berat tp dpt serasa ringan bila sering dilatih dgn kesungguhan & keikhlasan utk mengharap ridho Allah SWT semata. Kita dpt bertekad dgn meluruskan niat bila tdk bisa mengerjakannya setiap malam sebanyak 8 rakaat boleh dgn 4 rakaat atau bahkan 2 rakaat dgn ditutup dgn shalat sunat witir sebanyak 3 rakaat.

Bila tdk mampu utk bangun pd waktu 1/3 malam bisa dikerjakan diakhir malam sebelum tiba waktu shalat subuh.

Kita bisa memulai dgn membuat target shalat tahajud minimal sepekan sekali, bila tak sanggup maka sebulan sekali, bila tak sanggup maka bbrp bulan sekali atau separah-parahnya setahun sekali diluar bulan bulan Ramadhan.

Ya Allah.. Kami rindu utk bersujud kpd-Mu pd waktu 1/3 malam maka bimbinglah kami & tunjukilah kami kpd hidayah-Mu agar kami tdk termasuk orang2 yg merugi.  Amin ya Allah..

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Kamis, 26 Januari 2017

Fiqh Shalat : Menggapai Shalat Khusyu

#Fiqh Shalat : Menggapai Shalat Khusyu’#

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3)

Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.(QS.Al-mukminun:1-3).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kpd para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang fiqh shalat yaitu menggapai shalat yg khusyu’.

Tdk ada ibadah yg paling utama bagi seorang mukmin kecuali ibadah shalat fardhu. Shalat memiliki urgensi yg mulia sebab shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Shalat dijadikan sbg tiang agama, barang siapa yg menegakkan shalat berarti ia tlh menegakkan agama. Sebaliknya barangsiapa yg meninggalkan shalat berarti ia tlh meruntuhkan agama. Shalat jg menjadi parameter baik dan tidaknya amal ibadah seorang hamba diakhirat kelak, bila shalatnya baik maka baik pula seluruh amal ibadahnya yg lain. Sebaliknya pula bila shalatnya rusak maka rusak pula amal ibadahnya yg lain.

Seorang mukmin yg mendirikan shalat fardhu dgn baik & benar penuh dgn khusyuk dpt menghantarkan dirinya terhindar dari perbuatan yg keji & mungkar. Meskipun demikian tidak sedikit orang2 mukmin yg mendirikan shalat fardhu tp shalatnya sebatas penggugur kewajiban, shalatnya tdk membekas didalam bathinnya, shalatnya tdk khusyu’ bahkan shalatnya tdk tampak pengaruhnya secara signifikan thp ucapan & perbuatannya sehari2. Sebagaimana anekdot mengatakan shalat terus dikerjakan tetapi maksiat tetap jalan (STMJ).

*Makna Shalat Khusyu’*

Shalat adl ibadah yg terdiri dari perkataan & perbuatan tertentu yg dimulai dgn takbir bagi Allah ta’ala & disudahi dengan memberi salam.
(Ref : Kitab Fiqh Sunnah Sayyid Sabiq, Juz 1 hal 633).

Secara bahasa kata khusyuk berasal dari kata khasya’a yg artinya adl As-sukun yaitu bermakna tenang & At-tadzallul yaitu menunduk krn merasa hina. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

{خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ} [المعارج : 44]

Artinya : Dalam keadaan mereka menundukkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yg dahulunya diancamkan kpd mereka. (QS.Al-Ma’arij : 44).

Al-imam Qurthubi rahimahullahu mengatakan bhw khusyu’ adl Keadaan di dalam jiwa yg nampak pada anggota badan dlm bentuk ketenangan & kerendahan. Qatadah mengatakan tentang khusyu’ adalah Khusyuk di dalam hati adalah rasa takut dan menahan pandangan dalam shalat.
(Ref : Kitab Tafsir Al-jami’ liahkam Al-quran Juz 2 hal 700).

Jumhur ulama tlh sepakat bhw khusyu’ didlm shalat bukan termasuk rukun shalat. Khusyu’ didlm shalat masuk dlm perkara sunnah & tdk sampai kpd hukumnya wajib. Apabila seseorang shalat dgn tdk khusyu’ maka tdk membuat shalatnya rusak atau batal akan tp shalatnya tdk mencapai puncak kesempurnaan.

*Menggapai Shalat Khusyu’*

Al-mirzabani mengatakan, orang yg shalat butuh empat hal shg shalatnya dinaikkan atau diterima yaitu :

1. Khusyu’ hatinya.

2. Sadar akalnya.

3. Tunduk tubuhnya.

4. Khusyu’ anggota tubuhnya.

Barang siapa yg shalat dgn tanpa kekhusyu’an hati maka ia orang yg shalat tp lalai. Siapa yg shalat dgn tanpa kesadaran akal maka ia orang yg shalat tp lupa. Siapa yg shalat dgn tanpa ketundukan tubuh maka ia orang yg shalat tetapi hampa. Siapa yg shalat dgn tanpa kekhusyu’an anggota tubuh maka ia orang yg shalat tp salah. Dan siapa yg shalat dgn rukun2 ini maka ia orang yg shalat secara sempurna.

(Ref : Imam Nawawi, Kitab Syarah Hadist Arbain An-nawawi hal 8-9).

Shalat yg khusyu’ menjadi bukti ke ikhlasan ibadah seorang hamba krn hanya mrk yg ikhlas beribadah karena Allah ta’ala saja yg dpt melakukan khusyu’ secara sempurna. Tanpa keikhlasan khusyu’ nya adl dusta. Al-imam Ibnu Qoyyim Al-jauzi Rahimahullahu membagi khusyu’ kepada 2 :

1. Khusyu’ iman

yaitu hatinya menghadap Allah ta’ala dgn penghormatan, pengagungan, ketenangan, penuh harapan & rasa malu.

2. Khusyu’ munafiq

yaitu : fisiknya khusyu’ tetapi hatinya tidak khusyu’.

Adapun kiat-kiat untuk menggapai shalat khusyu’ adl sbb :

1. Menanamkan niat ikhlas didlm hati semata2 krn mengharap ridha Allah ta’ala.

2.Tdk menghadirkan didlm hatinya kecuali segala sesuatu yg ada didlm shalat.

3. Menundukan anggota tubuhnya dgn tdk memainkan sesuatu dari anggota tubuhnya krn penampilan lahiriyah menampakan kekhusyu’an bathinnya.

4. Hendaklah merasakan bhw dirinya tengah berada dihadapan raja semesta alam, mentadaburi atau memahami bacaan shalatnya.

(Ref : Kitab Al-mausu’ah Al-fiqhiyah Juz II hal 6.643).

Semoga kita termasuk seorang mukmin yg mendirikan shalat dgn penuh keikhlasan & ketawadhu’an shg menikmati lezatnya khusyu’ didlm shalat.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Mari raih amal soleh dgn menyebarkan tulisan ini. Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat

Jumat, 20 Januari 2017

Keutamaan Amal Berda’wah

#Keutamaan Amal Berda’wah#

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ} [فصلت : 33]

Artinya :”Siapakah yg lebih baik perkataannya dari pada orang yg menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh & berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang2 yg menyerah diri” (QS. Fushshilat: 33)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kpd para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang keutamaan amal berda’wah menyerukan yg ma’ruf & mencegah yg mungkar.

Keutamaan menyerukan yg ma’ruf & mencegah dari yg mungkar adl sbg manusia yg paling baik ucapannya. Seruan da’wah kpd individu, masyarakat & negara adl upaya utk menunaikan kewajiban, menjaga eksistensi ajaran Islam, wujud kecintaan thp sesama mukmin utk saling ingat mengingatkan dlm kebenaran & kesabaran, menyelamatkan diri dari kemaksiatan & menyebar luaskan kemuliaan agama Islam sbg rahmatan lil’alamin. Sebuah riwayat hadist :

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ
(رواه مسلم)

Artinya : Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman.”(HR.Muslim).

Da’wah menurut bahasa adl seruan atau ajakan, sedangkan menurut makna syar’inya adl seruan kpd orang lain agar mengambil yg Al-khair (islam), melakukan kemakrufan & mencegah kemungkaran. Atau jg dpt di definisikan dgn upaya utk merubah manusia (baik perasaan, pemikiran, maupun tingkah lakunya) dari jahiliyyah ke islam, atau dari yg sdh islam menjadi lbh kuat lagi ke islamannya.

Tugas & tanggung jawab da’wah bukan hanya ada dipundak para Ustadz & Kyai akan tp menjadi tanggung jawab setiap individu mukmin baik laki2 maupun wanita.

Imam Ibnu Katsir rahimahullahu menafsirkan ayat di atas yaitu para da’i tsb memberi manfaat kpd dirinya & orang lain, baik secara langsung maupun tdk langsung. Bukanlah termasuk golongan ini orang2 yg menyeru kpd yg ma’ruf akan tp tdk mengerjakannya, atau mencegah dari yg mungkar akan tp ia sendiri mengerjakannya. Akan tp mereka menyeru kpd kebaikan & meninggalkan keburukan, menyeru makhluk kpd Al-khaliq. Seruan ini umum mencakup siapa saja yg menyeru kpd kebaikan & memberikan petunjuk kpd orang lain. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 24).

Subjek da’wah dpt dilakukan oleh individu, jama’ah maupun negara, masing2 memiliki dasar & arah perjuangan tersendiri dlm mencapai sebuah target da’wah. Hal ini terjadi krn perbedaan dlm memahami realitas pd sebuah pemikiran bagaimana membangkitkan masyarakat. Allah SWT berfirman,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yg menyeru kpd kebajikan, menyuruh kpd yg ma`ruf & mencegah dari yg munkar; merekalah orang2 yg beruntung.(QS.Al-imran:104).

Perkataan وَلْتَكُنْ terdiri dari tiga kata وَ, yg berartidan لْ yang berarti hendaklah & تَكُن berasal dari

كَان – يكُون – كونا

yg berarti ada, keadaan atau menjadi. Dgn demikian وَلْتَكُنْ bisa berma’na hendaklah ada, atau hendaklah menjadi. Perkataan مِنْكُم ْ menurut Syaikh Wahbah Al-Zuhayli rahimahullahu

من لِلتَّبْعِيْض لأن مَاذُكِرَ فَرْضُ كِفَايَة لا يَلْزَم كُلَّ الأمَّة ولا يلِيْقُ بِكُلِّ احِدٍ
كالْجَهِل

lafazh من berarti sebagian krn apa yg disebutkan berikut sesuatu yg hukumnya fardlu kifayah. Apa yg diperintah dlm ayat ini tdk dpt dilakukan oleh setiap umat tdk layak dilakukan individu, seperti yg tdk punya ilmu.
(Ref : Kitab Tafsir Al-Munir, Jz.IV h.322).

Tegasnya ayat ini mengatur pembagian tugas dlm satu kesatuan umat. Namun menurut Al-Baydlawi bisa jg difahamai sbg من bayani atau penjelas yg mengisyaratkan perintah pada satu umat.
(Ref : Kitab Tafsir al-Baydlawi, tentang surat al-Nisa:777).

Yang dimaksud dengan أُمَّةٌ adl

جماعة تُرَبِّطُهُم رابِطَةٌ مُعَيَّنَنَةٌ تُجْمِعُهُم

Kelompok yg terikat oleh ikatan yg jelas shg terhimpun satu kesatuan.

Perkataan يَدْعُونَ berasal dari

دَعا – يدعو – دعوة

berarti mengajak, menyeru, memanggil.

Sedangkan menurut Imam Thabari,

الخير : الخير يعني إلى الإسلام وشرائعه التي شرعها الله لعباده

Al-khair adl : Al-Islam & syari’ahnya yg tlh di tetapkan Allah utk hamba2 Nya.
(Ref : Kitab Tafsir Jami al-Bayan, juz IV hal 388).

Dengan demikian mengajak pd al-Khair adl berda’wah menyeru manusia kpd al-Islam, mengajar mrk utk memahami & melaksanakan syari’ah Islam. Jelaslah bhw al-Khair itu yg tlh dianggap benar & baik oleh syar’ah, walau bisa jadi anggota msyarakat ada yg menganggapnya tdk baik.

Ayat diatas menjadi dalil perintah Allah SWT kpd orang2 yg beriman utk menyerukan da’wah Islam. Hukum asal berda’wah adl fardhu ‘ain bagi setiap individu mukmin & fardhu kifayah utk membentuk jama’ah da’wah.

Sebaik2 suri tauladan dlm seluruh amal ibadah termasuk dlm hal berda’wah adl Rasulullah SAW.
Berdasarkan aktivitas da’wah Rasulullah SAW melalui kajian kitab Sirah Nabawiyah mulai dari periode Mekkah hingga Madinah selama 23 tahun dpt difahami metode atau thoriqoh da’wah Rasulullah SAW ada 3 yaitu :

1. Kaderasasi para sahabat Rasulullah SAW utk menanamkan tauhid, syakhsiyah/kepribadian Islam & tsaqofah/ilmu pemahaman Islam.

2. Interaksi pemikiran antara yg haq & bathil ditengah2 masyarakat arab jahiliyah

3. Penerapan Islam secara kaffah.

Ketiga metode dakwah ini wajib diteladani oleh ummatnya yg mengaku mencintai Rasulullah SAW. Sebaik2 seruan da’wah dilakukan oleh negara yg akan menyerukan da’wah Islam ke seluruh penjuru dunia melalui jihad fi sabilillah tp ketika tdk adanya negara Khilafah Islam maka yg berperan mengemban da’wah Islam dpt dilakukan secara berjama’ah sebab beban & tanggung jawab bukanlah perkara yg ringan.

*Penutup*

Rintangan & tantangan da’wah jg begitu berat krn akan terus terjadi pertarungan antara yg haq & yg bathil. Dgn mengikuti metode da’wah Rasulullah SAW & berda’wah dgn penuh keikhlasan serta kesabaran maka in syaa Allah perubahan ummat akan dpt terwujud nyata baik perubahan individu, masyarakat maupun bernegara dgn jalan menerapkan Syari’at Islam secara kaffah dlm seluruh aspek kehidupan.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Selasa, 17 Januari 2017

Hukum Pidana Islam : Qishas Hukuman Yang Adil

Hukum Pidana Islam : Qishas Hukuman Yang Adil

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنثَىٰ بِالْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ (178) وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (179)} [البقرة : 178-179]

Artinya : Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yg dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba & wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yg mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yg memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yg diberi maaf) membayar (diat) kepada yg memberi maaf dengan cara yg baik (pula). Yg demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu & suatu rahmat. Barangsiapa yg melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yg sangat pedih.

Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yg berakal, supaya kamu bertakwa.(QS.Al-Baqarah:178-179).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman,
Kejahatan pertama yg dilakukan oleh anak Nabi Adam ‘Alaissalam adl membunuh. Allah SWT tlh mengkisahkan didlm Al-Qu’ran Surat Al-maidah ayat 28-29 tentang kedengkian Qabil thp saudaranya Habil shg ia berani membunuh saudaranya sendiri. Kisah ini menjadi ibrah bagi orang2 yg beriman utk senantiasa menjaga & memelihara nyawa manusia.

Membunuh adl termasuk dosa2 besar yg membinasakan bagi pelakunya. Allah SWT berfirman,

{وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا} [النساء : 93]

Artinya : Dan barangsiapa yg membunuh seorang mukmin dgn sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya & Allah murka kepadanya, Dan mengutukinya serta menyediakan azab yg besar baginya.(QS..An-Nisa’ : 93).

Hidup diera modern dgn konsep aturan hidup berasal dari idiologi Kapitalisme yg sekuler & liberal jauh dari rasa aman & damai. Mengutip berita on line, Tahun 2013, Polda Metro Jaya mencatat ada 51.444 kasus kriminal di Jakarta & sekitarnya, atau satu kejahatan tiap 10 menit 13 detik. Pembunuhan 74 kasus, naik 2 kasus (3%) dari tahun 2012. Artinya satu pembunuhan tiap lima hari. Pencurian dgn kekerasan 1.004 kasus & pencurian dgn pemberatan 5.011 kasus. Sementara, dari 57 kasus pemerkosaan selama tahun 2013, baru 36 kasus berhasil diselesaikan. Di tahun 2014, Polda Metro Jaya memprediksi praktik kejahatan akan meningkat. (detikNews, 29/12/2013).

Kasus pembunuhan semakin sadis & kejam baik dilakukan dgn spontan maupun terencana, dilakukan secara sendiri maupun berkelompok hingga dimutilasi. Penegakkan hukum pidana memang berjalan akan tp hasilnya jauh dari keadilan bagi keluarga korban.

Salah satu ancaman delik hukum bagi pelaku pembunuhan adl : Pasal 338 KUHP : Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, krnpembunuhan, dgn pidana penjara paling lama 15 thn.

Sedangkan Pasal 340 KUHP : Barang siapa sengaja & dgn rencana lbh dahulu merampas nyawa orang lain diancam krn pembunuhan dgn rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 thn.

Hukum Pidana Islam

Allah SWT tlh menetapkan Syari’at-Nya bagi pelakuk kriminal. Sanksi dibagi menjadi 4 yaitu : Hudud, Jinayat, Ta’zir & Mukhalafah.

1. Hudud

Hudud adl sanksi atas kemaksiatan yg macam kasus & sanksinya tlh ditetapkan oleh syariah. Dlm kasus hudud tdk diterima adanya pengampunan atau abolisi. Sebab, hudud adl hak Allah SWT. Jika kasus hudud tlh disampaikan di majelis pengadilan, kasus itu tdk bisa dibatalkan krn adanya pengampunan atau kompromi.

Hudud dibagi menjadi enam: a. zina & liwath (homoseksual & lesbian); b. al-qadzaf(menuduh zina orang lain), c. minum khamr, d. pencurian, e. murtad, f. Hirabah atau bughat.

2. Jinayat

Jinayat adl penyerangan thp manusia. Jinayat dibagi dua:
1. Penyerangan thp jiwa (pembunuhan)

2. Penyerangan thp organ tubuh.

Kasus jinayat thp jiwa (pembunuhan), sanksinya ada tiga macam :

1. Qishash
2. Diyat
3. Kafarah.

Pembunuhan sendiri diklasifikasi menjadi empat jenis :

1. Pembunuhan sengaja
2. Mirip disengaja
3. Tidak sengaja
4. Karena ketidaksengajaan.

Pd kasus pembunuhan sengaja, pihak wali korban boleh memilih antara qishash ataumemaafkan dgn mengambil diyat, atau menyedekahkan diyatnya. Jika pelaku pembunuhan mendapatkan pemaafan, ia wajib membayar diyat sebanyak 100 ekor onta & 40 ekor di antaranya tlh bunting.

Sanksi pembunuhan mirip sengaja (syibh al-’amad) adl diyat 100 ekor unta & 40 ekor di antaranya bunting.

Adapun pembunuhan tdk sengaja (khatha’) diklasifikasi menjadi dua macam:
1. Seseorang melakukan suatu perbuatan yg tdk ditujukan utk membunuh seseorang, namun tanpa sengaja ternyata mengakibatkan terbunuhnya seseorang. Misalnya, ada orang memanah burung, namun terkena manusia hingga mati.

2. Seseorang yg membunuh orang yg dikiranya kafir harbi di dâr al-kufr, tetapi ternyata orang yg dibunuhnya itu tlh masuk Islam. Pd jenis pembunuhan pertama, sanksinya adl membayar diyat 100 ekor unta & membayar kafarah dgn cara membebaskan budak. Jika tdk memiliki budak, pelaku hrs berpuasa selama 2 bulan berturut2.Dalam kasus kedua, sanksinya adl membayar kafarah saja & tdk wajib diyat.

Sanksi utk pembunuhan krn ketidaksengajaan adl diyat 100 ekor onta dan membebaskan budak. Jika tdk ada budak, wajib berpuasa selama 2 bulan berturut2.

Adapun jinayat thp organ tubuh, baik thp organ tubuh maupun tulang, sanksinya adl diyat. Tdk ada qishash utk penyerangan thp organ tubuh maupun tulang secara mutlak, kecuali pd kasus penyerangan terhadap gigi & kasus jarh (pelukaan di badan).

Hanya saja, kasus penyerangan gigi atau jarh bisa saja dikenai diyat. Lalu kapan pada kasus penyerangan thp gigi dikenai qishash & kapan dikenai diyat saja? Menurut fukaha, jika penyerangannya secara sengaja, dikenai hukuman qishash; sedangkan jika tdk sengaja, dikenai diyat yg besarnya tlh ditetapkan di dalam As-Sunnah. Jika orang yg dilukai tdk meminta qishash, pelaku penyerangan hanya wajib membayar diyat. Dlm kasus penyerangan pd kepala (asy-syijaj), sanksinya hanyalah diyat & tdk ada qishash.

(Ref : Syaikh Dr.Abdurrahman Al-maliki, KitabNizham al-’Uqubat (Sistem Hukum Pidana Islam).

Penutup

Cukup jelas bagi kita bhw Syari’at Allah SWT bila ditegakkan akan mewujudkan keadilan bagi kehidupan manusia. Sangat disayangkan saat ini hukum2 Allah SWT yg terkait dgn hudud & qishas dipeti eskan,. Dgn berbagai macam argumentasi yg jauh dari keimanan dinyatakan,
seolah2 hal ini tdk menjadi kewajiban bagi orang2 yg beriman. Pd hal hukum asal perintah Allah SWT adl wajib. Sementara bila kewajiban itu tdk ditunaikan maka kaum muslimin akan berdosa.

Sistem Demokrasi Sekuler tdk akan pernah mengakomodir penerapan Syari’at Islam secara kaffah termasuk menerapkan hukum hudud. Syari’at Islam hanya bisa diterapkan dlm bingkai Khilafah Islam sesuai dgn manhaj kenabian.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Senin, 16 Januari 2017

Mewaspadai Kebangkitan Ideologi Komunisme

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (22)} [البقرة : 21-22]

Artinya : “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dan orang -orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu -sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”(QS.Al-Baqarah:21-22).

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Saudaraku seiman, Masyarakat Indonesia msh memiliki trauma sejarah kelam tentang sepak terjang politik Partai Komunis indonesia (PKI). Sejarah mencatat dgn rapi kekejian aktivis komunisme thp pelanggaran hak asasi manusia demi mencapai tujuan revolusi puncaknya pd peristiwa G30 S PKI thn 1965.

Tdk tercatat dgn pasti jumlah korban kekejaman komunisme mulai dari masyarakat awam, alat negara hingga para Ulama. Perkembangan gerakan komunisme di Indonesia tidak terpaut jauh dgn awal kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Tepatnya pd masa pemberontakan Muso pada tanggal 18 September 1948 di Madiun Jawa Timur.

Setelah sekian lama gerakan komunisme dibungkam dgn keluarnya TAP MPRS No. XXV/1966 yg menyatakan PKI sebagai Partai & organisasi terlarang. Kini ide sosialisme & komunisme mulai menggeliat bangkit menunjukkan eksistensi dirinya sbg sebuah ideologi marxisme.

Setidaknya terdapat 4 indikasi fenomena kebangkitan ideologi komunisme di Indonesia.

1. Adanya tuntutan pihak yg mengatas namakan keturunan PKI agar negara meminta maaf kepada PKI akibat peristiwa 1965.

2. Pemerintah diminta mengusut kuburan massal anggota PKI pd 1965. Kuburan ini diklaim menjadi bukti adanya pembantaian yg terstruktur.

3. Maraknya penyelenggaraan seminar, diskusi, serta pertemuan2 yg digagas & dilaksanakan oleh pihak yg mengatas namakan simpatisan atau pembela hak asasi manusia PKI.

4. Maraknya simbol, logo & hal ihwal yg berhubungan dgn PKI. Belum lagi terkait dgn ramainya informasi di media sosial terkait dgn proyek2 besar pemerintah yg dimenangkan oleh perusahaan2 negara Komunis China & tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yg membanjiri Indonesia.

Sekilas Sejarah Komunisme

Ideologi Komunisme & sosialisme pd dasarnya muncul sbg bentuk penolakan dari kapitalsime krn kapitalisme tlh berimplikasi buruk thp nasib buruh di Eropa pd abad ke-19. Pencetus ide Komunisme adalah Karl Marx (1818-1883), ia merumuskan teori mengenai Dialektia materialisme kemudian ia menggunakan teori ini utk menganalisa sejarah perkembangan masyarakat yg ia sebut dengan dengan materialisme historis yaitu bahwa kapitalisme akan runtuh oleh revolusi yg digerakkan kaum proletar utk membuka jalan terwujudnya masyarakat sosialis-komunis.

(Ref : Syamsudin Ramadhan, Koreksi Total Sosialisme Komunisme Marhainisme hal 2).

Dasar pijakan faham Sosialisme-Komunisme adalah filsafat materialisme. Mrk memandang bahwa alam semesta, manusia & kehidupan adl materi. Materi adl asal sesuatu. Evolusi materi akan mengeksistensikan materi yg lain atau mereka menerangkan bhw materi itu tercipta krn proses dialektika dalam materi yg mengikuti hukum : Thesa-antithesa-sinthesa-pelenyapan-menjadi.

Contoh teori ilmiah tentang air (H2O) : Dlm rumus kimia air terdapat 2 buah ikatan kovalen antara O-H. Dlm struktur molekul air, atom oksigen pada elektron ikatan jauh lbh kuat dari pd yg dilakukan oleh atom hidrogen, hal ini menyebabkan jumlah muatan positif pd kedua atom hidrogen & jumlah muatan negatif pada atom oksigen.

Begitu jg terjadinya proses penciptaan manusia terdiri dari sperma & ovum yg memenuhi jumlah 46 kromosom. Dgn demikian mrk menganggap bhw materi adl azali atau tdk bisa hancur bahkan materi itulah yang mengeksistensikan Tuhan yg imajiner. Bahkan Komunisme memandang bhw agama adl candu bagi manusia.

Komunisme Bertentangan Dgn Aqidah Islam

Islam memandang bhw dibalik alam semesta, kehidupan & manusia ada yg menciptakan yakni Allah SWT selaku Al-khaliq (maha pencipta) & Al-mudabbir (maha pengatur). Materi bukanlah azali, benar bhw interaksi antar materi akan menimbulkan materi yg baru akan tapi sekedar interaksi antar materi saja tdk otomatis mewujudkan materi yg lain & tdk sepenuhnya kemudian dibarengi dengan pelenyapan sifat dari materi2 awal.

Terkait dgn contoh teori unsur air oksigen & hidrogen tdk lah lenyap sama sekali tp lbh tepatnya adl interaksi yg kokoh antara oksigen & hidrogen yg ketika keduanya terangkai dgn aturan2 baku membentuk 2 hidroksi oksigen yaitu air. Mengapa demikian? Bukankah oksigen & hidrogen bisa diambil kembali dgn jalan memutus ikatan hidrogen dgn oksigen?

Dgn demikian pd hakekatnya ia tdk lenyap sama sekali krn baik oksigen maupun hidrogen dpt diperoleh kembali dgn memecah ikatan 2 hidroksi oksigen tsb.

Pertanyaannya bagaimana kemunculan aturan ini & siapakah yg menciptakan hukum perbandingan ini? Apakah muncul dgn tiba2? Siapa yg menciptakan materi awal? Inilah pertanyaan yang mustahil dijawab dengan jawab kebetulan atau tiba-tiba. Namun mutlak dijawab Dialah Allah SWT.

Ideologi komunisme adl sesat lagi bathil krn bertentangan dgn akal sehat meskipun dianggap rasional tapi hakekatnya irrasional. Komunisme jg bertentangan dgn fitrah manusia & tdk dpt menimbulkan ketenangan serta ketenteraman hidup bagi manusia. Kesesatan Komunisme terbukti dgn runtuhnya negara Uni Soviet yg menerapkannya.

Mewaspadai Kebangkitan Komunisme

Secara natural karakter dari sebuah ideologi senantiasa menjaga & mempertahankan eksistensi ide & metodenya serta berupaya utk menyebar luaskan pengaruh ideologinya ke seluruh dunia shg ia menjadi negara ideologi yg kuat & berpengaruh.

Paska berakhirnya perang dingin antara Amerika serikat dgn Uni Soviet tahun 1991 yg dimenangkan oleh AS maka sejak saat itu pengaruh negara Komunis dlm konstelasi politik internasional meredup.

Meskipun demikian bangsa Indonesia mesti mewaspadai kebangkitan ideologi komunisme dgn mengambil kebijakan2 strategis diantaranya : melarang berdirinya setiap organisasi yg berasakan sosialisme-komunisme, menindak tegas dgn penegakkan hukum bagi kelompok & individu yg terlibat dlm pergerakan komunisme, membina individu maupun masyarakat melalui aktivitas dakwah Islam ideologis sebagai bentuk tindakan preventif & proteksi dini agar tidak tumbuh & berkembangnya ideologi komunisme, meningkatkan kepedulian bagi setiap individu utk mencegah berkembangnya ideologi komunisme & yg terpenting adl memutuskan hubungan bilateral dgn negara komunisme.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

 

Sabtu, 07 Januari 2017

Keutamaan Amalan Berdoa

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman,

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} [البقرة : 186] Artinya : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yg berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) & hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS.Al-Baqarah:186).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang keutamaan amalan berdoa.

Doa maknanya adl menyeru/meminta kpd Allah ta’ala. Doa adl wujud pengharapan makhluk yg lemah kpd kholiq yg maha kuasa. Doa adl senjata orang2 yg beriman & merupakan bagian dari pd ibadah shg orang yg tdk pernah berdoa adl manusia yg sombong. Doa dpt dijadikan sbg wasilah/sarana utk mencapai keinginan yg hendak dicapai.

Adapun diantara adab berdoa kpd Allah SWT sbb : Awali berdoa dgn memuji Allah ta’ala dgn menyebut nama2-Nya yg mulia yaitu asmaul husna, bersholawat ats Rasulullah SAW, mengangkat kedua tangan, berdoa dgn penuh harap & suara yg lirih, doa yg dipanjatkan tdk mengandung kejahatan, yakin doa akan dikabulkan Allah, tdk terburu2 minta dikabulkan shg putus asa didlm berdoa, menutup doa dgn sholawat atas Rasulullah SAW.

Diantara do’a yg di ijabah oleh Allah SWT adl do’a orang yg terdzalimi.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ »

Artinya : Dari Abu Hurairah, ia berkata bhw Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga do’a yg tidak tertolak : do’a pemimpin yg adil, do’a orang yg berpuasa sampai ia berbuka, do’a orang yg terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3.595, Ibnu Majah no. 1.752).

Siapa saja yg berdo’a kpd Allah dgn menghadirkan hati ketika berdo’a, menggunakan do’a yg ma’tsur (dituntunkan), menjauhi hal2 yg dapat menghalangi terkabulnya do’a (seperti memakan makanan yg haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi do’anya. Terkhusus lagi jika ia melakukan sebab2 terkabulnya do’a dgn tunduk pd perintah & larangan Allah dgn perkataan & perbuatan, jg disertai dgn mengimaninya. (Ref : Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 87).

Lalu kita perlu paham bhw ada beberapa jalan Allah ta’ala akan kabulkan do’a. Dari Abu Sa’id, Nabi SAW bersabda,

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

Artiinya : “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak & Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yg semisal. Para sahabat lantas mengatakan, Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a. Nabi SAW lantas berkata, Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan : do’a kalian.”(HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).

Adapun waktu2 berdoa yg diijabah/dikabulkan oleh Allah adl : diwaktu 1/3 malam saat sholat tahajud, setelah sholat fardhu, diakhir sujud sholat, dihari jum’at, dihari arafah, disaat berbuka puasa, diwaktu kehujanan, diwaktu terdzolimi, diwaktu malam lailatul qodar.

Hanya kpd-Mu ya Allah kami menyembah & hanya kpd-Mu ya Allah kami meminta. Kabulkan doa2 kami ya Allah, sesungguhnya Engkau adl maha mengabulkan doa.

Amin ya Allah

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah

Senin, 22 Februari 2016

Aqidah Islam : Bukti Otentik Al-Qur’an Wahyu Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم

Pelajaran Ayat Al-Qur’an Hari Ini :

Allah Subhana Wa Ta’ala Berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Artinya : “Sesungguhnya Kami-lah (Allah) yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.(QS.Al-Hijr:9).

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku seiman, Segala puji hanyalah milik Allah Subhana wa ta’ala. Shalawat & salam senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para keluarganya, sahabat2 nya & ummatnya yg istiqomah diatas sunnahnya hingga hari kiamat. Tausiyah group WA & BBM pagi ini akan membahas tentang aqidah Islam yaitu bukti otentik Al-Qur’an wahyu Allah SWT.

Mengimani Al-Qur’an sbg wahyu Allah SWT adl wajib bagi orang2 yg beriman. Keimanan yg bersifat pasti yg tdk ada keraguan sedikitpun didlmnya. Mengimani Al-Qur’an termasuk rukun iman yg ke-3 dari 6 rukun. Meskipun demikian msh saja ada diantara manusia yg meragukan bhw Al-Qur’an bukan kalamullah shg menganggapnya tdk ada bedanya dgn kitab2 suci lainnya, bahkan ada yg berani menghinakan Al-Quran dgn diinjak2, dibuang ke dlm closet, dibakar atau dijadikan bahan dasar terompet.

Secara terminologi/lughawi Al-Qur’an berasal dari kalimat :

قراء -يقرا – قرءة – و قرانا

Qara’a – yaqra’u – Qira’atan – wa quranan.

Artinya adl : bacaan. (Kamus Al-munawwir hal 1.101)

Sedangkan secara etimologi/istilah Al-Qur’an adl : Kalam Allah SWT yg diturunkan kpd Rasulullah Muhammad SAW dlm bentuk wahyu melalui perantaraan Malaikat Jibril ‘Alaihissalam, lafadz & maknanya berasal dari Allah SWT, menjadi mukjizat, membacanya adl ibadah, yg diriwayatkan kpd kita secara mutawatir.(Syaikh ‘Atha bin khalil, Kitab Taisir Al-wushul ila Al-ushuli hal 68).

Mengenai bukti bhw Al-Qur’an itu datang dari Allah SWT dpt dilihat dari kenyataan bhw Al-Qur’an adl sebuah kitab berbahasa Arab yg dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani rahimahullahu menjelaskan, Dlm menentukan dari mana asal Al-Qur’an, akan kita dapatkan 3 kemungkinan :

1. Kitab Al-Qur’an itu adl karangan orang2 Arab.

2. Kitab Al-Qur’an itu adl karangan Nabi Muhammad SAW.

3. Kitab Al-Qur’an itu berasal dari Allah SWT.
(Ref : Kitab Nidzomu Al-islam hal 18).

Kemungkinan pertama yg mengatakan bhw Al-Qur’an adl karangan orang2 Arab tdk dpt diterima. Sebab Al-Qur’an sendiri tlh menantang mrk utk membuat karya yg serupa. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

{أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} [هود : 13]

Artinya : Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad tlh membuat-buat Al-Quran itu, Katakanlah: (Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat2 yg dibuat2 yg menyamainya, dan panggillah orang2 yg kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang2 yg benar.(QS.Hud:13).

Allah SWT jg menantang bagi yg meragukan Al-Quran sbg wahyu Allah SWT utk membuat semisal dgn Al-Qur’an walaupun satu surat saja.

{وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} [البقرة : 23]

Artinya : Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur’an yg Kami wahyukan kpd hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yg semisal Al-Qur’an itu & ajaklah penolong2mu selain Allah, jika kamu orang2 yg memang benar.(QS.Al-Baqarah:23).

Sampai detik ini belum seorang manusiapun baik dari kalangan orang2 Arab ataupun orang2 non Arab yg mampu menandingi membuat Al-Qur’an. Pd hal orang2 Arab dikenal menguasai ilmu balagha & sastra yg suka membuat syair. Hal ini membuktikan bhw Al-Qur’an bukan karangan & buatan orang2 Arab.

Kemudian kemungkinan kedua yg mengatakan bhw Al-Qur’an itu karangan Nabi Muhammad SAW jg tdk dpt diterima oleh akal. Sebab Nabi Muhammad SAW adl bagian dari orang2 Arab sementara orang2 Arab tdk mampu membuatnya & ia jg seorang yg buta huruf (ummiy) yg tdk dpt membaca & menulis. Bagaimana mana mungkin seorang yg buta huruf dpt mengarang suatu kitab suci yg terkandung didlmnya seluruh petunjuk & pedoman hidup yg sempurna serta isi kandungannya up to date hingga hari ini.

Ibnu Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa ketika menafsirkan Surat Al-ankabut ayat 48 :

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ وَلا يَكْتُبُ

Rasulullah SAWtidak pernah membaca & menulis.(Diriwayatkan oleh Al-Baghawiy dalam As-Sunan Al-Kubraa, 7/42 sanadnya hasan).

Bila tlh terbukti bhw Al-Qur’an bukan karangan orang2 Arab & bukan pula karangan Nabi Muhammad SAW maka berarti Al-Qur’an adl wahyu Allah SWT yg menjadi mukjizat bagi utusan Allah SWT yg membawanya.

Kemurnian & keotentikan Al-Qur’an hingga hari ini terjaga dgn baik. Meskipun orang2 kafir berusaha utk memalsukan Al-Qur’an. Tdk ada satu huruf pun yg bertambah & tdk ada pula satu huruf yg berkurang. Tulisan mushaf Al-Qur’an sama diseluruh dunia & hanya bahasa terjemahannya saja yg berbeda sesuai dgn bahasa negeri tertentu.

Al-Qur’an satu2 nya kitab suci yg banyak dibaca setiap hari oleh manusia, Al-Qur’an jg satu2 nya kitab suci yg banyak dihafalkan oleh manusia. Al-Qur’an memiliki berbagai aspek kemukjizatan. Susunan huruf, kata, kalimat & ayat2 Al-Qur’an mengandung kemukjizatan bahasa & sastra yg diakui oleh para sastrawan. Kesempurnaan keindahan gaya bahasanya, keserasian aturan, hukum, perintah, larangan, undang2, adab, iptek & nilai2 yg dikandung Al-Qur’an merupakan sebuah mukjizat tersendiri bagi ummat Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman.

Al-Qur’an senantiasa dipelihara & dijaga oleh Allah SWT melalui hamba2-Nya yg ikhlas mempelajari Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, menghafalkan Al-Qur’an, mendakwah kan isi kandungan Al-Quran & mengamalkan Al-Qu’ran dlm seluruh aspek kehidupan.

Semoga kita termasuk generasi Islam pecinta Al-Qur’an.

Wallahu a’lam

By : Tommy Abdillah