Tampilkan postingan dengan label Waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waktu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

Nikmati Waktu, Hargai Waktu

Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak
Dan entah kapan sang waktu berhenti berjalan
Yang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulir
Entah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya?
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat?

Waktu untuk kehidupan seseorang manusia tidak lama dan sangat terbatas.

Maka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini dengan produktivitas yang sangat bermanfaat. Baik dari diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya.

Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan
Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap Sang Pencipta
Dengan demikian, kita akan menghargai nilai keberadaan sang waktu
dan nilai-nilai diri kita sebagai manusia sehingga kita akan selalu berusaha
untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupan
yang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti…

Selasa, 13 September 2016

Jodoh Itu Bukan Seperti Nulis Status: Menunggu Jodoh

“JODOH itu datang sesuai dengan iman di hati. Tapi ia tidak akan datang kalau kamu hanya menunggu, kalau kamu hanya bisanya belagu dengan kata gombalan dan bualan. Distansi jodoh itu terasa jauh dan lama jika hanya menunggu di depan layar handphone dan ikutan nulis status di facebook, ‘Menunggu jodoh’.”

“Kamu haruslah rajin berdoa dan berikhtiar mencarinya, tapi tak juga dilalui dengan pacaran.

“Pantaskan diri dulu agar mendapatkan yang pantas, jadilah orang yang special agar mendapatkan yang special, jadilah orang yang belum pernah menyentuh yang bukan mahram agar mendapatkan jodoh yang juga belum pernah disentuh atau dipacari orabg lain. Berdoa dan berusaha. Bagaimana usahanya?

“Ya, kalau udah tumpul kali, mintalah sama orangtua agar dijodohkan, hehehe…” kata nenek sambil tertawa necil di hadapan kami.

Begitu kata nenek saat kami duduk di teras depan sambil nunggu hari senja. Waktu itu nenek lagi menggiling daun sirihya dengan cara ditumbuk pake besi sebesar jari manis.

Kami hanya diam memperhatikan dan mendengarkan beliau berkata-kata. Sungguh! Kami takjub pada nenek yang giginya tinggal dua berwarna merah itu. Ingin kami menyangjungnya dengan kata, “Wah, ternyata nenek ahli dalam menyusun kata-kata inspiratif tentang jodoh! Hebat, Nek!!!. Tapi kami tak mengatakannya, khawatir beliau akan menakuti kami dengan gigi beliau yang warna merah tingga dua itu.

Minggu, 04 September 2016

Di Akhir Zaman, Waktu Terasa Singkat

DALAM hidup ini, kita tak akan pernah bisa lepas dari waktu. Ya, hidup kita terikat oleh waktu. Aktivitas apapun kita memperhitungkannya dengan waktu. Sebab, waktulah yang menentukan seseorang harus berbuat apa dengan masa tertentu.

Waktu berputar 24 jam dalam sehari. Nah, di akhir zaman ini, waktu tersebut terasa begitu cepat. Padahal, jumlah jam pada setiap harinya sama. Inilah yang akan kita rasakan. Semakin terasa dekatnya bertemu dengan akhir zaman. Dengan perhitungan waktu yang terasa begitu cepat berputar.

Rasulullah ﷺ sudah mewartakan kepada kita bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah berdekatannya zaman.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Zaman akan berdekatan, ilmu berkurang, fitnah bermunculan, kekikiran tertanam dan al-Haraj merajalela.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan al-Haraj?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah pendapat ulama tentang sabda Nabi, “Zaman akan berdekatan.”

1. Sedikitnya keberkahan dalam zaman itu. Sehingga, pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam satu jam oleh generasi terdahulu, tidak dapat diselesaikan oleh generasi penerus mereka walaupun dikerjakan selama berjam-jam.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Di zaman kita ini, kita sudah merasakan cepatnya hari berlalu yang tidak pernah kita rasakan sebelum ini.”