Tampilkan postingan dengan label Nafsu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nafsu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

Ini 10 Penyebab Doa Anda Tidak Dikabulkan

DIKISAHKAN bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham  melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan?”

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:

1. Kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
2. Kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
4. Kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
5. Kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
6. Kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
7. Kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
8. Kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
9. Kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
10. Kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

Jumat, 02 September 2016

Kita Bukan Malaikat, Kita Manusia Biasa

KALAU kita tidak marah karena tidak ada sesuatu yang menyebabkan kita marah, itu sudah biasa.

Kalau kita menundukkan pandangan tidak melihat wanita yang tidak halal untuk dilihat oleh karena wanita yang lewat di depan kita sama sekali tidak menarik hati untuk dilihat, itu bukanlah sesuatu yang istimewa.

Kalau kita tidak melakukan korupsi oleh karena tidak ada kesempatan atau tidak ada sesuatu yang bisa dikorupsi itu hal yang lumrah.

Namun bagaimana jika keadaan atau suasana memicu kita untuk marah, apakah kita tetap mampu menahan diri untuk tidak meluapkan bara yang menyala di dada?

Bagaimana jika yang lewat di depan kita adalah wanita jelita yang sangat menarik hati,apakah mata tetap menunduk walaupun hasrat memuncak untuk sekedar meliriknya?

Bagaimana jika pintu pintu untuk korupsi terbuka lebar, apakah kita tetap mampu menahan diri untuk tidak menyikat uang tersebut?

Kalau kita mengerjakan sesuatu oleh karena kita sangat mencintai atau menyukai sesuatu itu, hal itu tidaklah berat.Kalau kita meninggalkan sesuatu oleh sebab kita sangat membenci atau tidak menyukai terhadap sesuatu itu, itu sangatlah ringan.

Yang berat itu adalah mengerjakan sesuatu meskipun kita tidak menyukai terhadap sesuatu itu. Meninggalkan suatu perkara walaupun kita sangat menyukai terhadap perkara tersebut.

Ketika Allah dan Rasul-Nya sudah memerintahkan untuk mengerjakan sesuatu maka dikerjakanlah sesuatu itu meskipun sesuatu itu tidak disukainya. Ketika Allah dan Rasul-Nya sudah memerintahkan untuk meninggalkan suatu perkara maka ditinggalkanlah perkara itu walaupun perkara itu sangat disuka dan cintainya. Dan itu memang berat, tidak ringan tapi itulah perjuangan. Perjuangan melawan dirinya, perjuangan melawan keinginan-keinginan dan hawa nafsunya. Walaupun berat dilawan keinginanya, tidak diikuti ambisi nafsunya dan lebih memilih untuk mengikuti dan mentaati Allah dan Rasul-Nya.

Kita ini bukan malaikat yang tidak perlu perjuangan batin ketika melaksanakan perintah Allah SWT. Kita ini manusia biasa yang dalam diri ini tidak semua yang diperintahkan Allah untuk mengerjakan kita menyukainya dan tidak semua yang diperintahkan Allah untuk meninggakan kita membencinya. Adakalanya diri ini tidak menyukai terhadap apa yang diperintahkan Allah dan menyukai terhadap apa yang dilarang Allah.

Namun ketaatan kepada Allah dan Rasul diatas segalanya dan menundukan serta mengalahkan rasa suka ataupun tidak suka, senang ataupun tidak senang. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan,” (Hadits hasan shohih)

Wallahu a’lam bish-shawab.